JaNgan Selalu Melakukan Hal positiF!!!!!
Ayo BerBuaTNegatiV
Let’s be negative
Ayo BerBuaTNegatiV
Let’s be negative
Mengapa Saya mengajak untuk berbuat negatiF? Terdengar aneh mungkin. Tapi tidak jika kamu memiliki pemikiran yang lain. Pemikiran seperti saya. Dan sekarang saya akan mencoba memberi sedikit anda inspirasi hidup. Dan memandang hidup dengan logika.
Sejak dulu banyak motivator(bagi yang gak tau. Ini artinya orang yang kerjanya memotivasi orang. Mungkin bisa di sebut mempengaruhi otak. Atau mungkin mencuci otak. Hehehe ^_^!) yang mengembor gemborkan jadilah positif. Tapi saya ingin mengajak kamu menjadi sebaliknya. Mengapa?
Bukan maksud saya jelek. Saya hanya ingin mengajak kamu berfikir lagi sebelum berbuat. Karna berbuat baik setiap saat bukan berarti itu yang terbaik dan bukan berarti itu yang benar.
Walaupun banyak orang yang berfikir demikian. Sehingga myuncul pepatah. “apa yang kau tanam adalah apa yang kan kau dapatkan” ya mungkin seperti itu kira-kira. Atau muncul pepatah itu lalu memotivasi orang berbuat baik. Entah yang mana yang duluan yang ada. Pepatah itu atau perbuatan baik orang-orang. Tapi yang pasti yang muncul terlebih dahulu adalah perbuatan baik seseorang yang mau mengatakan pepatah itu pertama kali dan memotivasi orang lain. AAAaaaaaaaaaaah sudah gak penting.
Kembali ke masalah, apakah kamu merasa ada yang salah sedikit tentang pepatah itu? Coba pikir?
Ada Gak?
Kalau ada, berarti sama denganku. Aku juga merasa.
Tapi apakah kita memikirkan hal yang sama?
Saya memikirkan suatu hal tentang pepatah itu yang salah. Itu dalah dalam pepatah “apa yang kau tanam adalah apa yang kan kau dapatkan” yang kira-kira artinya. Jika kau berbuat baik, maka kebaikan yang kau dapat. Dan jika kau berbuat jahat atau buruk, maka keburukan yang kau dapatkan.
Tapi coba berfikir. Jika kamu nanam kebaikan kamu dapat kebaikan. Jika kamu nanam apel kamu dapat apel. Gitu lah istilahnya. Tapi itu kan kalau di ladang yang baik. Bagaimana jika kamu nanam apel di ladang yang buruk? Apah kamu berfikir akan dapat apel yang baiK? Boro-boro dapet apel. Paling cuma capek. Nah bukankah itu berarti kita melakukan hal yang baik namun mendapat hal yang buruk?
Nah itu pembalikan pepatah danpenjelasan kasarnya. Biar gampang di mengerti sama orang yang Cuma bisa nanya “maksudya apa to?”
Saya kasih contoh. Kalau kamu menyumbang satu milyar. Itu perbuatan baik. Atau istilah tadi apel. Dan kamu menyumbangkan pada panti asuhan tetapi yang dimiliki teroris untuk menggalang dana untuk membeli bomb. Atau istilahnya tanah yang buruk. Jadi kan kalau kita menanam apelnya tadi ke tanah yang rusak maka kita hanya akan mendapatkan capek atau keburukan. Maksudnya jika kita berbuat baik tetapi pada orang dan situasi yang buruk maka akan menghasilkan hal yang buruk. Seperti tadi contoh kasarnya anda menyumbang satu milyar untuk panti asuhan. Tetapi hanya panti asuhan fiktif milik para teroris. Apakah anda akan berfikir anda akan mendapatkan hal baik? Saya pikir tidak. Pasti teroris gunakan untuk melakukan serangan. Mungkin saja menyerang kota anda termasuk rumah anda. Buruk bukan?
Itu hal yang tak mungkin. Itu seperti hal matematika (+)(-)=(-). Anda menginginkan hal yang dekat dengan anda? Baik. Begini contohnya, Akhir-akhir ini banyak terjadi bencana dan banyak orang-orang yang meminta sumbangan dari rumah ke rumah dengan alasan menolong korban bencana di kota X. Ia kan? Atau mungkin meminta sumbangan untuk membangun masjid atau sumbangan panti asuhan di daerah X. Biasanya mereka bekerja atau meminta sumbangan secara berkelompok lebih dari 2 orang. Dan sebagai masyarakat yang baik. Yang ingin berbuat baik. Ataupun hanya ingin terlihat baik. Pasti anda memberikan sumbangan seikhlasnya. Tapi anda mungkin tak berfikir. Itu benar untuk sumbangan atau bukan? Atau mungkin ada yang berfikir demikian dan bertanya pada si peminta sumbangan. Mungkin meminta alamat jelas. Lalu entah tak tau atau memeng tau dan sadar bahwa itu palsu namun berfikir jika “Ah saya Cuma nyumbang 5000 tok. Palsu juga gak apa-apa. Toh saya niatnya nyumbang.” Dan akhirnya tetap memberi walaupun tau bahwa itu palsu.
Tapi tahu gak kamu. Ia memang bener itu baik nyumbang. Kamu dapat pahala. Tapi, seperti yang tadi aku bilang kalau + (nyumbang 5000) ketemu – (penipu) = - (buruk). Mau tau buruknya? Jika setiap orang berfikirseperti tadi. Dengan tetep menyumbang walaupun tau bahwa dia menyumbang penipu. Dengan mengatas namakan niat menyumbang. Maka hal ini yang akan terjadi. Banyak orang menyumbang hitung saja satu komplek 1000 rumah. Setiap rumah 5000 rupiah. Maka seharinya penipu itu mendapatkan 5.000.000 rupiah. Jika di bagi dengan 5 anggota yang pasti seorang mendapatkan 1.000.000 setiap harinya. Dan 30.000.000 setiap bulan. Hasil yang besar bukan? Cepat kaya kan?
Dan sang penipu tersebut yang sudah mendapatkan hasil yang banyak pasti menceritakan hal tersebut pada orang lain. Dan ia mecoba dan berhasil. Dan bercerita pada orang lain lagi dan terus berulang. Apakah itu hal baik? Tidak. Itu namanya membudidayakan penipuan di indonesia. Merusak indonesia. Dan bagaimana jika salah satu dari keluarga kamu yang ternyata bekerja seperti itu? Pasti itu buruk. Karena memiliki seorang anggota keluarga penipu bukanlah suatu kebanggaan. Hasilnya buruk buakan? Memang tak langsung. Namun tetap saja buruk.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun tentu saja saya gak mau bahas semua. Capek. Yang pasti intinya saya cuma mau ngajak kamu untuk liat situasi sebelum berbuat. Dan jangan asal berbuat baik. Karna di agama pun walaupun kamu sudah baca niat belum tentu apa yang kamu lakuakan menjadi baik dan di ridhoi tuhan. Apa lagi kalau baca niat waktu mau merampok. Tetep aja haram.
Jadi berfikirlah sebelum berbuat baik. Salah jika kamu bernggapan masak berbuat baik saja harus mikir? Memang kenyataanya orang yang bisa berbuat baik adalah orang yang bisa berfikirdan menggunakan otaknya. Dan inget, setiap masalah dapat diatasi walaupun sendirian.
Dan yang terakhir stay think different.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar