Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 1 Tahun 1974
Tentang
Perkawinan
DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang :
bahwa sesuai dengan falsafah Pancasila serta cita-cita untuk pembinaan hukum nasional,
perlu adanya Undang-undang tentang Perkawinan yang berlaku bagi semua warga negara.
Mengingat:
1. Pasal 5 ayat (1), pasal 20 ayat (1) dan pasal 29 Undang-undang Dasar 1945.
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor IV/MPR/1973.
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
M E M U T U S K A N:
Menetapkan:
UNDANG-UNDANG TENTANG PERKAWINAN.
Pustaka: yayasan Peduli Anak Negeri (YPAN)
1
Page 2
BAB I
DASAR PERKAWINAN
Pasal 1
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai
suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan
kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pasal 2
(1) Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan
kepercayaannya itu.
(2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 3
(1) Pada asasnya seorang pria hanya boleh memiliki seorang isteri.
Seorang wanita hanya boleh memiliki seorang suami.
(2) Pengadilan, dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari
seorang apabila dikendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Pasal 4
(1) Dalam hal seorang suami akan beristri lebih dari seorang, sebagaimana tersebut dalam
pasal 3 ayat (2) Undang-undang ini, maka ia wajib mengajukan permohonan ke Pengadilan
di daerah tempat tinggalnya.
(2) Pengadilan dimaksud dalam ayat (1) pasal ini hanya memberi izin kepada suami yang
akan beristri lebih dari seorang apabila:
a. istri tidak dapat memnjalankan kewajibannya sebagai isteri;
b. istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan;
c. istri tidak dapat melahirkan keturunan.
Pasal 5
(1) Untuk dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 4 ayat (1) Undang-undang ini harus memenuhi syarat-syarat berikut:
a. adanya persetujuan dari isteri/isteri-isteri;
b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-
isteri dan anak-anak mereka.
c. adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak
mereka.
Pustaka: yayasan Peduli Anak Negeri (YPAN)
2
Page 3
(2) Persetujuan yang dimaksud dalam ayat (1) huruf a pasal ini tidak diperlukan bagi
seorang suami apabila isteri/isteri-isterinya tidak mungkin dimintai persetujuannya dan
tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian;atau apabila tidak ada kaber dari istrinya
selama sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun atau karena sebab-sebab lainnya yang perlu
mendapat penilaian dari Hakim Pengadilan.
BAB II
SYARAT-SYARAT PERKAWINAN
Pasal 6
(1) Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.
(2) Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh
satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua.
(3) Dalam hal seorang dari kedua orang tua meninggal dunia atau dalam keadaan tidak
mampu menyatakan kehendaknya, maka izin yang dimaksud ayat (2) pasal ini cukup
diperoleh dari orang tua yang masih hidup atau dari orang tua yang mampu menyatakan
kehendaknya.
(4) dalam hal kedua orang tua telah meninggal dunia atau dalam keadaan tidak mampu
untuk menyatakan kehendaknya, maka izin diperoleh dari wali orang yang memelihara
atau keluarga yang mempunyai hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke atas
selama mereka masih hidup dan dalam keadaan menyatakan kehendaknya.
(5) Dalam hal ada perbedaan antara orang-orang yang dimaksud dalam ayat (2), (3) dan (4)
pasal ini, atau salah seorang atau lebih diantara mereka tidak menyatakan pendapatnya,
maka Pengadilan dalam daerah tempat tinggal orang yang akan melangsungkan
perkawinan atas permintaan orang tersebut dapat memberikan ijin setelah lebih dahulu
mendengar orang-orang yang tersebut dalam ayat (2), (3) dan (4) dalam pasal ini.
(6) Ketentuan tersebut ayat (1) sampai dengan ayat (5) pasal ini berlaku sepanjang hukun
masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu dari yang bersangkutan tidak
menentukan lain.
Pasal 7
(1) Perkawinan hanya diizinkan bila piha pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun
dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun.
(2) Dalam hal penyimpangan dalam ayat (1) pasal ini dapat minta dispensasi kepada
Pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak
wanita.
(3) Ketentuan-ketentuan mengenai keadaan salah seorang atau kedua orang tua tersebut
pasal 6 ayat (3) dan (4) Undang-undang ini, berlaku juga dalam hal permintaan dispensasi
tersebut ayat (2) pasal ini dengan tidak mengurangi yang dimaksud dalam pasal 6 ayat (6).
Pasal 8
Perkawinan dilarang antara dua orang yang:
Pustaka: yayasan Peduli Anak Negeri (YPAN)
3
Page 4
a. berhubungan darah dalan garis keturunan lurus ke bawah atau ke atas;
b. berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara,
antara seorang dengan seorang saudara orang tua dan antara seorang dengan
saudara neneknya;
c. berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri;
d. berhubungan susuan, anak susuan, saudara dan bibi/paman susuan;
e. berhubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri,
dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang;
f. yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau praturan lain yang berlaku
dilarang kawin
dari data-data di atas dapat di simpulkan pernikahan yang syah menurut hukum adalah pernikahan yang syah menurut agama masing-masing dan memenuhi beberapa persyaratan di atas yaitu larangan. dan pernikahan syekh puji dapat di katakan syah karena sudah sah menurut agama separti sarat ini dan jika masalahnya adalah umur kan sudah di jelaskan di atas pada pasal 7 ayat 2 sehingga itu bukan masalah
dan jika anda mempermasalahkan soal perlindungan anak coba baca ini
di sana tak ada kata-kata yang jelas melarang. jika masalahnya adalah exploitasi sex pada anak maka kita lihat. apakah benar dia di exploitasi yang kenya taanya tidak karena alasan Beliau menikahi dia untuk dijadikan istri tidak lain untuk dididik yang mana nantinya pada saat usia mereka telah dewasa atau menginjak 18 tahun akan mempunyai tugas masing-masing untuk mengurusi ponpes Miftahul Jannah, miliknya.
nah syekh puji juga mengatakan ia mengikuti apa yang dilakukan nabi muhammad SAW maka itu berarti dia tak akan menyetubuhi istrinya yang masih muda sebelum nanti ia siap seperti yang di lakukan oleh nabi muhammad SAW.
jadi apa yg kita permasalahkan?
Tampilkan postingan dengan label PEMIKIRAN YANG LAIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMIKIRAN YANG LAIN. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Maret 2009
Selasa, 24 Februari 2009
Kepercayaan yang Mulai Luntur
Harta, entah mengapa menjadi second god pada dewas ini. Bahkan berada di atas ideology dari sebuah Negara. Kepercayaan akan tuhan mulai tak terasa dalam masyarakat yang seharusnya butuh bantuanNYA.
Siang, seperti baisa angkutan kota selalu lalu-lalang. Mengubah panasnya kota menjadi semakin terasa memanggan badan setiap insane di jalanan. Keadaan yang terjadi akibat buah simalakama manusia ini menyiksa orang-orang terutama yang harus bekerja di jalanan. Suatu saat banyak pengguna jalan di buat kesal oleh beberapa pengemudi angkot yang berhenti di jalanan dan membuat macet.
Membuat sebuah pertanyaan melintas di pikiran saya. Apakah yang mereka lakukan itu benar? Berhenti di sembarang tempat dan bahkan berhenti di bawah tanda dilarang berhenti? Di seberang pos polisi pula? Entah apa yang para polisi itu pikirkan dengan membiarkan mereka.
Memamg secara hati,kasihan kalau harus menghukum mereka karena sedang berusaha mencari uang. Tapi jika dipikirkan lebih dalam lagi. Benarkah dengan menyusahkan orang(membuat jalan macet berarti menyusahkan orang) seorang itu akan hidup enak? Benarkah hukum dapat di langgar hanya karna alasan kemiskinan atau kekayaan? Dan benarkah tuhan akan memberikan rizki lebih banyak pada orang yang melanggar hukum daripada yang mematuhi hukum?
Mohon pikirkan sekali-lagi dan semua terserah anda untuk menilai sebuah kebenaran dan mecegah kepercayaan yang mulai luntur, kepercayaan akan tuhan , kepercayaan akan hokum atau pun kepercayaan akan panca sila yang jelas melarang hal tersebut.
Siang, seperti baisa angkutan kota selalu lalu-lalang. Mengubah panasnya kota menjadi semakin terasa memanggan badan setiap insane di jalanan. Keadaan yang terjadi akibat buah simalakama manusia ini menyiksa orang-orang terutama yang harus bekerja di jalanan. Suatu saat banyak pengguna jalan di buat kesal oleh beberapa pengemudi angkot yang berhenti di jalanan dan membuat macet.
Membuat sebuah pertanyaan melintas di pikiran saya. Apakah yang mereka lakukan itu benar? Berhenti di sembarang tempat dan bahkan berhenti di bawah tanda dilarang berhenti? Di seberang pos polisi pula? Entah apa yang para polisi itu pikirkan dengan membiarkan mereka.
Memamg secara hati,kasihan kalau harus menghukum mereka karena sedang berusaha mencari uang. Tapi jika dipikirkan lebih dalam lagi. Benarkah dengan menyusahkan orang(membuat jalan macet berarti menyusahkan orang) seorang itu akan hidup enak? Benarkah hukum dapat di langgar hanya karna alasan kemiskinan atau kekayaan? Dan benarkah tuhan akan memberikan rizki lebih banyak pada orang yang melanggar hukum daripada yang mematuhi hukum?
Mohon pikirkan sekali-lagi dan semua terserah anda untuk menilai sebuah kebenaran dan mecegah kepercayaan yang mulai luntur, kepercayaan akan tuhan , kepercayaan akan hokum atau pun kepercayaan akan panca sila yang jelas melarang hal tersebut.
Rabu, 11 Februari 2009
MEMILIH DARI YANG KECIL
Seperti waktu-waktu sebelumnya. Tiap kali kalender pemerintahan menunjukkan warna yang berbeda. Warna yang menunjukkan bahwa itulah saatnya pemerintahan di “turun mesin”kan,maka kesibukan setiap partai politik dimulai.dan kampanye-kampanye mulai di lakukan. Tidak lupa spanduk-spanduk di kembangkan dan pamflet serta iklan disebar di semua media massa.
Seakan tak ada batasan maka setiap-setiap percetakan me”romusa” mesin-mesin cetak mereka untuk menggandakan gambar-gambar wajah dan logo-logo parpol. Setelah proses yang panjang atas percetakan lembaran “uang atau suara” itu. Maka tibalah saaat di pasang lembaran-lembaran yang tidak murah tersabut.
*************************************************
Mendekatnya masa pemilihan membuat banyak orang yang memiliki suara dan peduli pada negara ini pusing. Bagaimana tidak, banyaknya parpol membuat mereka sulit untuk meneliti satu-persatu parpol dan memilih yang terbaik. Walaupun banyaknya parpol mencerminkan tumbuhnya demokrasi yang subur di bumi gemah ripah loh jinawi ini.
Namun bila sulit untuk menentukan yang baik dari kacamata yang besar maka mulailah dari sudut pandang menyempit namun ditelaah secara luas.
Salah satu cara yang saya usulkan adalah memandang sekeliling anda dan perhatikan. Mendekati pemilu maka akan sangat banyak spanduk tersebar. Pilihlah parpol yang menaruh atau memasang spanduk mereka di tempat-tempat yang benar dan tidak di pasang asal-asalan. Karena spanduk yang di pasang di tempat yang benar mencerminkan bahwa mereka para anggota parpol tersebut tak peduli pada lingkungan. Tak peduli pada hal kecil seperti keindahan lingkungan. Padahal itu adalah hal yang besar. Kita kan rakyat kecil kalau mereka tak peduli pada hal kecil percayakah anda mereka akan peduli pada kita?
Jika spanduk di pasang asal-asalan maka mencerminkan bahwa para anggota parpol itu berbuat hanya sekedar asal jadi. Maka jangan memilihnya. Jangan lupa amati juga sepak terjang partai dan para petingginya. Pertimbangkan kembali jika anda ingin memilih partai yang dalam iklannya saling sindir bahkan saling ejek. Hal itu membuktikan kebesaran jiwa partai untuk menerima kritik,buruk. Dan satu lagi yaitu sepak terjang para petinggi atau perwakilan partai yang jika mereka memberikan sindiran atau kritikan tanpa memberi solusi dan yang lebih parah lagi mereka yang menyalahkan pemerintahan yang berkuasa dan berkata “saya akan merubahnya, tunggu jika saya yang jadi pemimpinnya. Saya akan memberi solusi.” . percayakah anda? Percayakan akan orang yang berfikir seperti itu? Saya katakana jangan!!!!! Mengapa? Karena dari cara ia berkata sudah mencerminkan bahwa beliau tidak ingin berjuang untuk bangsa ini. Beliau hanya ingin berjuang agar dirinya jadi pemimpin. Jika memang ingin berjuang untuk bangsa ini, maka seharusnya beliau menyampaikan solusi yang beliau percaya dapat mengatasi masalah itu kepada pemerintahan sekarang. Agar Indonesia dapat bangkit lebih cepat. Jangan takut tidak jadi orang penting. Tapi beliau seharusnya takut bangsa ini jadi bangsa yang tidak peting.
Jadi pada akhirnya tangan andalah yang akan menentukan siapa yang akan memimpin bangsa ini. Pilihlah seseorang atau partai yang berjuang untuk bangsa bukan untuk kekuasaan. Pilihlah dari yang kecil. Dan pilih yamg berjuang dalam kenyataan,bukan angan-angan.
Seperti waktu-waktu sebelumnya. Tiap kali kalender pemerintahan menunjukkan warna yang berbeda. Warna yang menunjukkan bahwa itulah saatnya pemerintahan di “turun mesin”kan,maka kesibukan setiap partai politik dimulai.dan kampanye-kampanye mulai di lakukan. Tidak lupa spanduk-spanduk di kembangkan dan pamflet serta iklan disebar di semua media massa.
Seakan tak ada batasan maka setiap-setiap percetakan me”romusa” mesin-mesin cetak mereka untuk menggandakan gambar-gambar wajah dan logo-logo parpol. Setelah proses yang panjang atas percetakan lembaran “uang atau suara” itu. Maka tibalah saaat di pasang lembaran-lembaran yang tidak murah tersabut.
*************************************************
Mendekatnya masa pemilihan membuat banyak orang yang memiliki suara dan peduli pada negara ini pusing. Bagaimana tidak, banyaknya parpol membuat mereka sulit untuk meneliti satu-persatu parpol dan memilih yang terbaik. Walaupun banyaknya parpol mencerminkan tumbuhnya demokrasi yang subur di bumi gemah ripah loh jinawi ini.
Namun bila sulit untuk menentukan yang baik dari kacamata yang besar maka mulailah dari sudut pandang menyempit namun ditelaah secara luas.
Salah satu cara yang saya usulkan adalah memandang sekeliling anda dan perhatikan. Mendekati pemilu maka akan sangat banyak spanduk tersebar. Pilihlah parpol yang menaruh atau memasang spanduk mereka di tempat-tempat yang benar dan tidak di pasang asal-asalan. Karena spanduk yang di pasang di tempat yang benar mencerminkan bahwa mereka para anggota parpol tersebut tak peduli pada lingkungan. Tak peduli pada hal kecil seperti keindahan lingkungan. Padahal itu adalah hal yang besar. Kita kan rakyat kecil kalau mereka tak peduli pada hal kecil percayakah anda mereka akan peduli pada kita?
Jika spanduk di pasang asal-asalan maka mencerminkan bahwa para anggota parpol itu berbuat hanya sekedar asal jadi. Maka jangan memilihnya. Jangan lupa amati juga sepak terjang partai dan para petingginya. Pertimbangkan kembali jika anda ingin memilih partai yang dalam iklannya saling sindir bahkan saling ejek. Hal itu membuktikan kebesaran jiwa partai untuk menerima kritik,buruk. Dan satu lagi yaitu sepak terjang para petinggi atau perwakilan partai yang jika mereka memberikan sindiran atau kritikan tanpa memberi solusi dan yang lebih parah lagi mereka yang menyalahkan pemerintahan yang berkuasa dan berkata “saya akan merubahnya, tunggu jika saya yang jadi pemimpinnya. Saya akan memberi solusi.” . percayakah anda? Percayakan akan orang yang berfikir seperti itu? Saya katakana jangan!!!!! Mengapa? Karena dari cara ia berkata sudah mencerminkan bahwa beliau tidak ingin berjuang untuk bangsa ini. Beliau hanya ingin berjuang agar dirinya jadi pemimpin. Jika memang ingin berjuang untuk bangsa ini, maka seharusnya beliau menyampaikan solusi yang beliau percaya dapat mengatasi masalah itu kepada pemerintahan sekarang. Agar Indonesia dapat bangkit lebih cepat. Jangan takut tidak jadi orang penting. Tapi beliau seharusnya takut bangsa ini jadi bangsa yang tidak peting.
Jadi pada akhirnya tangan andalah yang akan menentukan siapa yang akan memimpin bangsa ini. Pilihlah seseorang atau partai yang berjuang untuk bangsa bukan untuk kekuasaan. Pilihlah dari yang kecil. Dan pilih yamg berjuang dalam kenyataan,bukan angan-angan.
Rabu, 16 Juli 2008
AWAS BANYAK ANAK!!!!
AWAS BANYAK ANAK!!!!
Akhir-akhir ini banyak orang marah. Sial!! Poadhal aku kayaknya gak salah apa-apa deh. Ya udah gak masalah. Tapi kok anehnya banyak sekali orang yang marah-marah dengan alasan yang aneh-aneh.
Mungkin anda juga pernah mengalaminya tapi nggak sadar. Yang saya alami adalah sesuatu yang di mata saya aneh. Begini ceritanya adalah saya dimarahin oleh seseorang orang tua seorang anak kerena saya dianggapnya naik motor dengan kecepatan tinggi. Aneh. Padahal saya itu naik motor dengan paling Cuma gear 2. karena memang ada di jalan perumahan.
Mungkin dia beranggapan bahwa saya dapat membahyakan anak-anak yang banyak di jalan itu. Memang di sana ada beberapa anak yang sedang bermain. Tetapi tidak di jalur yang saya sudah dan akan lewati. Aneh nggak.? Banyak sekali alasan yang agak aneh.
Sejenak saya pikirkan kata-kata orang tua tadi. Memang benar mungkin saya jika menabrak anak-anak akan berbahaya. Maka sebagai orang tua pasti akan melindunginya. Tapi namanya juga saya, saya nggak mau di slahkan begitu aja. Sesampainya di rumah saya memikirkan lagi hal tersebut dengan semangat tetap tak ingin di salahkan sebab saya memanggak salah. Saya kan Cuma pake gear 2. dan pasti pelan dan setidaknya pasti masih bisa di rem dan tak akan nabrak. Tapi kenapa saya tetap di marahi? Lagi pula kenapa kita harus pelan-pelan naik motor di jalan sepi? Kalo pelan-pelan sih jalan kaki aja, hemat bensin. Saya kan naik motor agar dapat lebih cepat dan tidak membuang banyak waktu untuk perjalanan. Aneh???
Akhirnya sayapun berpikir dan suatu saat entah kapan tepatnya tapi yang pasti beberapa hari kemudian. Saya tak sengaja mendapat jawabanya atau dalam mudahnya sangkalannya agar saya tak di salahkan. Itu mudah kok ternyata. Saya mendapat jawabanya . jawabanya begini.
Dalam hakekatnya adalah saya itu di salahkan dengan alasan tak masuk akal dan aneh. Bahkan kamu mungkin juga tak sadar. Karena banyak orang yang nggak sadar akan itu. Saya kan di salahkan oleh seorang karena khawatir anak mereka tertabrak? Nah ini lah anehnya... yang pertama mereka adalah orang tua yang sayang anaknya tetapi kok membiarkan anaknya berkeliaran sendirian di jalan apalagi anaknya masih kecil..? apakah mereka benar-benar orang tua yang sayang pada anaknya? Yang kedua .... kebanyakan orang tua adalha orang yang sudah pandai, tapi mengapa mereka para orang tua tak tahu bahwa jalanan bukanlah tempat bermain? Kan itu pelajaran sd bahkan ada juga lagu yang bercerita jangan main di jalan tetapi main lah di lapangan. Apakah para orang tua tak pernah SD atau mungkin terlalu pelit dan tak mau memberi tau bahwa jalanan bukanlah tempat bermain,bahkan untuk anaknya sendiri? Apakah mereka benar benar orang tua yang mau mengasihi? Dan yang terakhir.... Apakah para warga masyarakat tak malu dengan ketidak tahuan mereka? Yang seharusnya di sembunyikan atau di perbaiki? Mereka seharusnya malu tak bisa menjaga anak-anak dengan baik. Bukanya membanggakan hal tersebut dengan memajang tulisan “AWAS BANYAK ANAK2 “ atau “HATI2 BANYAK ANAK2”.
Tulisan tulisan yang seakan mengatakan bahwa anak-anak adalah monster yang berbahaya. Seberbahay itukah mereka? sehingga di banyak sekali jalan terdapat tulisan seperti itu.
Atau mungkin dapat juga di simpulkan bahwa banyak orang yang bangga karena mereka tidak bisa menjaga anak kecil dari bahaya yang ada di jalan. Tapi menurut saya itu bukanlah hal yang dapat di banggakan. Kerena itu adalah sebuah ketidak mampuan kita untuk berfikir.
Ya pasti banyak yang berdalih karna tak adanya lapangan maka mereka tepaksa bermain di jalanan. Itulah saat di mana kita harus berfikir mengatasinya tetapi mengatasinya dengan benar. Jangan Cuma bisa bangga dengan ketidak mampuan. Tidak ada yang tak mungkin kecuali satu hal yaitu ketidak mungkinan.
Akhir-akhir ini banyak orang marah. Sial!! Poadhal aku kayaknya gak salah apa-apa deh. Ya udah gak masalah. Tapi kok anehnya banyak sekali orang yang marah-marah dengan alasan yang aneh-aneh.
Mungkin anda juga pernah mengalaminya tapi nggak sadar. Yang saya alami adalah sesuatu yang di mata saya aneh. Begini ceritanya adalah saya dimarahin oleh seseorang orang tua seorang anak kerena saya dianggapnya naik motor dengan kecepatan tinggi. Aneh. Padahal saya itu naik motor dengan paling Cuma gear 2. karena memang ada di jalan perumahan.
Mungkin dia beranggapan bahwa saya dapat membahyakan anak-anak yang banyak di jalan itu. Memang di sana ada beberapa anak yang sedang bermain. Tetapi tidak di jalur yang saya sudah dan akan lewati. Aneh nggak.? Banyak sekali alasan yang agak aneh.
Sejenak saya pikirkan kata-kata orang tua tadi. Memang benar mungkin saya jika menabrak anak-anak akan berbahaya. Maka sebagai orang tua pasti akan melindunginya. Tapi namanya juga saya, saya nggak mau di slahkan begitu aja. Sesampainya di rumah saya memikirkan lagi hal tersebut dengan semangat tetap tak ingin di salahkan sebab saya memanggak salah. Saya kan Cuma pake gear 2. dan pasti pelan dan setidaknya pasti masih bisa di rem dan tak akan nabrak. Tapi kenapa saya tetap di marahi? Lagi pula kenapa kita harus pelan-pelan naik motor di jalan sepi? Kalo pelan-pelan sih jalan kaki aja, hemat bensin. Saya kan naik motor agar dapat lebih cepat dan tidak membuang banyak waktu untuk perjalanan. Aneh???
Akhirnya sayapun berpikir dan suatu saat entah kapan tepatnya tapi yang pasti beberapa hari kemudian. Saya tak sengaja mendapat jawabanya atau dalam mudahnya sangkalannya agar saya tak di salahkan. Itu mudah kok ternyata. Saya mendapat jawabanya . jawabanya begini.
Dalam hakekatnya adalah saya itu di salahkan dengan alasan tak masuk akal dan aneh. Bahkan kamu mungkin juga tak sadar. Karena banyak orang yang nggak sadar akan itu. Saya kan di salahkan oleh seorang karena khawatir anak mereka tertabrak? Nah ini lah anehnya... yang pertama mereka adalah orang tua yang sayang anaknya tetapi kok membiarkan anaknya berkeliaran sendirian di jalan apalagi anaknya masih kecil..? apakah mereka benar-benar orang tua yang sayang pada anaknya? Yang kedua .... kebanyakan orang tua adalha orang yang sudah pandai, tapi mengapa mereka para orang tua tak tahu bahwa jalanan bukanlah tempat bermain? Kan itu pelajaran sd bahkan ada juga lagu yang bercerita jangan main di jalan tetapi main lah di lapangan. Apakah para orang tua tak pernah SD atau mungkin terlalu pelit dan tak mau memberi tau bahwa jalanan bukanlah tempat bermain,bahkan untuk anaknya sendiri? Apakah mereka benar benar orang tua yang mau mengasihi? Dan yang terakhir.... Apakah para warga masyarakat tak malu dengan ketidak tahuan mereka? Yang seharusnya di sembunyikan atau di perbaiki? Mereka seharusnya malu tak bisa menjaga anak-anak dengan baik. Bukanya membanggakan hal tersebut dengan memajang tulisan “AWAS BANYAK ANAK2 “ atau “HATI2 BANYAK ANAK2”.
Tulisan tulisan yang seakan mengatakan bahwa anak-anak adalah monster yang berbahaya. Seberbahay itukah mereka? sehingga di banyak sekali jalan terdapat tulisan seperti itu.
Atau mungkin dapat juga di simpulkan bahwa banyak orang yang bangga karena mereka tidak bisa menjaga anak kecil dari bahaya yang ada di jalan. Tapi menurut saya itu bukanlah hal yang dapat di banggakan. Kerena itu adalah sebuah ketidak mampuan kita untuk berfikir.
Ya pasti banyak yang berdalih karna tak adanya lapangan maka mereka tepaksa bermain di jalanan. Itulah saat di mana kita harus berfikir mengatasinya tetapi mengatasinya dengan benar. Jangan Cuma bisa bangga dengan ketidak mampuan. Tidak ada yang tak mungkin kecuali satu hal yaitu ketidak mungkinan.
Selasa, 03 Juni 2008
KENYATAAN!!!!!!!!
KENYATAAN!!!!!!!!
AhhhhhhhhHggggggg, Lagi-lagi aku geram, ouy liat, liat sekeliling kamu. Di tempat di mana semua orang sudah tak sadar bahkan tak tau mana yang salah.
Dulu aku nggak tau walaupun orang berkata sekarang adalah jaman akhir. Jaman di mana sebuah kebaikan merupakan hal yang sepertinya sangat sulit di perbuat, di saat semua keinginan tak dapat di aplikasikan lagi. Kenapa? Tanda tanya yang besar?
Besar sekali
SANGAT BESAR
Sekarang sadar mengapa semua menjadi terbalik dan di bolak-balik seakan yang benar adalah orang yang memang dapat memutar balikkan segalanya.
Dan orang yang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang dapat memutar balikkan segalanya, tanpa di ketahui semua orang.
Mau bukti agar kamu sadar?
Liat apa yang terjadi, liat!!!! Mulai dari yang kecil.
Seandainya kamu sadar.
Liat foto calon pemimpin kita yang berserakan tertempel Dan terpampang di mana-mana..
Sadar kan?
Mengapa foto orang penting malah terpajan di pohon,? Di tiang listrik? Di bangunan-bangunan tua?
Dan Bahkan di tempat SAMPAH.. bersanding dengan tulisan –tulisan tak bertuan. “ BAJINGAN, BIADAB, ANJING”
Dan ditengah – tengah tulisan “ BUANGLAH DISINI”
TAU apa? Maksudya?
Di Pertiwi ini telah di pimpin oleh orang pendusta yang tak baik yang dapat di sandingkan dengan “BAJINGAN,ANJING dan BIADAB”
Orang yang pintar memutar balikan fakta hanya untuk urusan PERUTnya YA, kenapa?
Kenapa Kita mau di pimpin Dan memilih pimpinan yang jelas-jelas buruk.
Berusaha?
Mereka berkata, Kami akan berusaha untuk memajukan Indonesia..
Mau bikin gempa tektonik?
Jangan memajukan indonesia kalau nggak mau terjagi tabrakan benua....
“Saya peduli Masyarakat kecil”
Bersama Peduli lingkungan
Mengapa kita percaya? Lihat lagi Mereka berkata peduli lingkungan tapi Mengotori dunia dengan Gambar dan Foto orang pendusta
Gambar diri mereka yang terpampang dan sejajar dengan BIADAB?
Kalau mulanya saja pendusta? Apa kita mau di dustai?
Kalu memimpin kelompok kecilnya saja tidak becus dan hanya memasang tampang tak bersalah seolah tak tau bau busuk di tempat SAMPAH dimana Ia terpampang? Dimana ia seharusnya di buang?
Maukah kita di pimpin oleh orang yang seperti itu?
Kalau hal kecil yang bersinggungan langsung dengan ibu pertiwi saja tak
tau?
Apalagi kalau hal besar yang tak langsung dapat merusak tanah air kita? Mungkin dia hanya akan meringkuk di kamar sambil menggit kuku dan tak dapat merubah apaun.
Mengapa kita mau di pimpin oleh dia?
Oleh mereka?
Yang tak mau di beri kritik dan hanya berkata
“Ini adalah pilihan terakhir dan tanggung jawab kita semua”
KITA? TANGGUNG JAWAB?
Mungkin maksud anda KAMI menanggung dan anda menjawb.
Saya bersusah-susah, sedang anda tetap mendapat pundi –pundi uang dari kesusahan saya.
Dasar Biadab
Mengapa kami mau di perlakukan seperti itu?
Mengapa kalian memilih dia?
Mengapa kalian mendukung dia?
Bisakah kalian berfikir. Sebelum memilih DIA dan BELIAU-BELIAU itu?
Jangan sampai semua terjadi dan kita hanya dapat melihat sesuatu yang telah di bolak-balikan.
AhhhhhhhhHggggggg, Lagi-lagi aku geram, ouy liat, liat sekeliling kamu. Di tempat di mana semua orang sudah tak sadar bahkan tak tau mana yang salah.
Dulu aku nggak tau walaupun orang berkata sekarang adalah jaman akhir. Jaman di mana sebuah kebaikan merupakan hal yang sepertinya sangat sulit di perbuat, di saat semua keinginan tak dapat di aplikasikan lagi. Kenapa? Tanda tanya yang besar?
Besar sekali
SANGAT BESAR
Sekarang sadar mengapa semua menjadi terbalik dan di bolak-balik seakan yang benar adalah orang yang memang dapat memutar balikkan segalanya.
Dan orang yang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang dapat memutar balikkan segalanya, tanpa di ketahui semua orang.
Mau bukti agar kamu sadar?
Liat apa yang terjadi, liat!!!! Mulai dari yang kecil.
Seandainya kamu sadar.
Liat foto calon pemimpin kita yang berserakan tertempel Dan terpampang di mana-mana..
Sadar kan?
Mengapa foto orang penting malah terpajan di pohon,? Di tiang listrik? Di bangunan-bangunan tua?
Dan Bahkan di tempat SAMPAH.. bersanding dengan tulisan –tulisan tak bertuan. “ BAJINGAN, BIADAB, ANJING”
Dan ditengah – tengah tulisan “ BUANGLAH DISINI”
TAU apa? Maksudya?
Di Pertiwi ini telah di pimpin oleh orang pendusta yang tak baik yang dapat di sandingkan dengan “BAJINGAN,ANJING dan BIADAB”
Orang yang pintar memutar balikan fakta hanya untuk urusan PERUTnya YA, kenapa?
Kenapa Kita mau di pimpin Dan memilih pimpinan yang jelas-jelas buruk.
Berusaha?
Mereka berkata, Kami akan berusaha untuk memajukan Indonesia..
Mau bikin gempa tektonik?
Jangan memajukan indonesia kalau nggak mau terjagi tabrakan benua....
“Saya peduli Masyarakat kecil”
Bersama Peduli lingkungan
Mengapa kita percaya? Lihat lagi Mereka berkata peduli lingkungan tapi Mengotori dunia dengan Gambar dan Foto orang pendusta
Gambar diri mereka yang terpampang dan sejajar dengan BIADAB?
Kalau mulanya saja pendusta? Apa kita mau di dustai?
Kalu memimpin kelompok kecilnya saja tidak becus dan hanya memasang tampang tak bersalah seolah tak tau bau busuk di tempat SAMPAH dimana Ia terpampang? Dimana ia seharusnya di buang?
Maukah kita di pimpin oleh orang yang seperti itu?
Kalau hal kecil yang bersinggungan langsung dengan ibu pertiwi saja tak
tau?
Apalagi kalau hal besar yang tak langsung dapat merusak tanah air kita? Mungkin dia hanya akan meringkuk di kamar sambil menggit kuku dan tak dapat merubah apaun.
Mengapa kita mau di pimpin oleh dia?
Oleh mereka?
Yang tak mau di beri kritik dan hanya berkata
“Ini adalah pilihan terakhir dan tanggung jawab kita semua”
KITA? TANGGUNG JAWAB?
Mungkin maksud anda KAMI menanggung dan anda menjawb.
Saya bersusah-susah, sedang anda tetap mendapat pundi –pundi uang dari kesusahan saya.
Dasar Biadab
Mengapa kami mau di perlakukan seperti itu?
Mengapa kalian memilih dia?
Mengapa kalian mendukung dia?
Bisakah kalian berfikir. Sebelum memilih DIA dan BELIAU-BELIAU itu?
Jangan sampai semua terjadi dan kita hanya dapat melihat sesuatu yang telah di bolak-balikan.
Sabtu, 24 Mei 2008
KONVOI MOGE
KONVOI MOGE
Akhir-akhir ini banyak banget nich, berita tentang konvoi moge yang banyak melintasi pulau jawa untuk memperingati hari kebangkitan nasional yang ke 100 tahun. Konvoi tersebut bertemakan rasa nasionalisme. Dan ingin memupuk rasa nasionalisme dan menurut pimpinan konvoi tersebut. Konvoi moge itu sangat bermanfaat.
Saat mendengar berita itu tau nggak? Aku langsung ketawa . Aneh bin ajaib. Dalam pikiranku berkata “kok ada ya orang yang memamerkan kebodohan di acara tv dan dia itu nggak ngerasa malu?” atau mungkin memang penonton yang lebih bodoh yang mau menonton kebodohan orang.
Dalam acara sebuah berita tv swasta tp aku lupa itu di tv mana. Yang pasti tv swasta nasional. Di dalam berita tersebut memberitakan bahwa konvoi tersebut yang di ikuti ratusan kendaraan. Telah sampai di sebuah kota. Aku lupa tadi dimana gt (padahal br ja nonton ^_^!) yah yang pasti konvoi ratusan kendaraan itu membutuhkan banyak bahan bakar. Dan untuk itu sampai ada sebuah pom bensin yang di tutup untuk umum. Hanya demi mengisi bahan bakar kendaraan para peserta konvoi. Dan sang pemimpin konvoi yang kayaknya itu artis tapi aku lupa namanya. Dia mengatakan bahwa konvoi ini Cuma konvoi biasa jangan di besar-besarkan.konvoi ini tujuanya baik. Dan dia yakin bahwa konvoi tersebut akan sangat bermanfaat.
Tau gak? Melihat berita itu saya sampai ingin sekali berkata bodooooooohhh betapa tidak. Saya itu orang yang temprament. Mudah marah. Melihat berita yang seperti itu saya itu kok ya rasanya bagaimana gt. Ada orang yang berkata bahwa dia berkonvoi dengan tujuan nasionalisme. Aneh. Padahal anda tau sendiri dari berita yang tadi saya katakan. Konvoi itu menutup sebuah SPBU untuk kelompok mereka dan menyusahkan warga sekitar yang ingin membeli BBM. Bukanya mereka itu jadi memntingkan kami dan aku bukan kita. Kayaknya si pemimpin konvoi itu gak pernah baca blog ku deh.... dengan menyusahkan orang orang sekitar dan juga bersenang senang dan menghambur hamburkan BBM untuk hanya sekedar konvoi yang ironisnya itu dilakukan di saat ada banyak saudara kita yang mengantri BBM karena kekurangan atau bahkan benyak yang berjuang untuk mencegah rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Dan lebih berani dan lebih ironis lagi adalah konvoi itu mengambil saat saat mendekati kebangkitan nasional ke 100. Yang seharusnya itu rasa nasionalisme yang di bangkitkan dan bukanya malah rasa individualis ataupun kelompok.
Konvoi itu di katakan oleh pemimpinya akan sangat bemanfaat. “Kok aneh ya? Lha emangnya itu bermanfaat buat siapa?”. Kalau pun mau melakukan sesuatu yang bermanfaat lha kan lebih baik menyumbangkan uang yang buat beli bahan bakar ke orang yang membutuhkan. Kan kalau kayak gt sudah dapat di pastikan ada yang tertolong. Daripada melakukan konvoi yang bertujuan baik tapui nggak jelas baiknya di mana atau bahkan nggak jelas baik atau nggak. Dan boro-boro ada yang tertolong. Kayaknya memang mereka nggak pernah baca blog ku. Kalau mau bantu orang jangan buang-buang BBM ,jangan buang asap motor di banyak kota, jangan menutup sebuah akses umum untuk kepentingan kelompok, dan yang terakhir jan lah konvoi dengan dalih berbuat baik atau bermanfaat.
Saat mendengar berita itu tau nggak? Aku langsung ketawa . Aneh bin ajaib. Dalam pikiranku berkata “kok ada ya orang yang memamerkan kebodohan di acara tv dan dia itu nggak ngerasa malu?” atau mungkin memang penonton yang lebih bodoh yang mau menonton kebodohan orang.
Dalam acara sebuah berita tv swasta tp aku lupa itu di tv mana. Yang pasti tv swasta nasional. Di dalam berita tersebut memberitakan bahwa konvoi tersebut yang di ikuti ratusan kendaraan. Telah sampai di sebuah kota. Aku lupa tadi dimana gt (padahal br ja nonton ^_^!) yah yang pasti konvoi ratusan kendaraan itu membutuhkan banyak bahan bakar. Dan untuk itu sampai ada sebuah pom bensin yang di tutup untuk umum. Hanya demi mengisi bahan bakar kendaraan para peserta konvoi. Dan sang pemimpin konvoi yang kayaknya itu artis tapi aku lupa namanya. Dia mengatakan bahwa konvoi ini Cuma konvoi biasa jangan di besar-besarkan.konvoi ini tujuanya baik. Dan dia yakin bahwa konvoi tersebut akan sangat bermanfaat.
Tau gak? Melihat berita itu saya sampai ingin sekali berkata bodooooooohhh betapa tidak. Saya itu orang yang temprament. Mudah marah. Melihat berita yang seperti itu saya itu kok ya rasanya bagaimana gt. Ada orang yang berkata bahwa dia berkonvoi dengan tujuan nasionalisme. Aneh. Padahal anda tau sendiri dari berita yang tadi saya katakan. Konvoi itu menutup sebuah SPBU untuk kelompok mereka dan menyusahkan warga sekitar yang ingin membeli BBM. Bukanya mereka itu jadi memntingkan kami dan aku bukan kita. Kayaknya si pemimpin konvoi itu gak pernah baca blog ku deh.... dengan menyusahkan orang orang sekitar dan juga bersenang senang dan menghambur hamburkan BBM untuk hanya sekedar konvoi yang ironisnya itu dilakukan di saat ada banyak saudara kita yang mengantri BBM karena kekurangan atau bahkan benyak yang berjuang untuk mencegah rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Dan lebih berani dan lebih ironis lagi adalah konvoi itu mengambil saat saat mendekati kebangkitan nasional ke 100. Yang seharusnya itu rasa nasionalisme yang di bangkitkan dan bukanya malah rasa individualis ataupun kelompok.
Konvoi itu di katakan oleh pemimpinya akan sangat bemanfaat. “Kok aneh ya? Lha emangnya itu bermanfaat buat siapa?”. Kalau pun mau melakukan sesuatu yang bermanfaat lha kan lebih baik menyumbangkan uang yang buat beli bahan bakar ke orang yang membutuhkan. Kan kalau kayak gt sudah dapat di pastikan ada yang tertolong. Daripada melakukan konvoi yang bertujuan baik tapui nggak jelas baiknya di mana atau bahkan nggak jelas baik atau nggak. Dan boro-boro ada yang tertolong. Kayaknya memang mereka nggak pernah baca blog ku. Kalau mau bantu orang jangan buang-buang BBM ,jangan buang asap motor di banyak kota, jangan menutup sebuah akses umum untuk kepentingan kelompok, dan yang terakhir jan lah konvoi dengan dalih berbuat baik atau bermanfaat.
HAM pemberian tuhan.
HAM pemberian tuhan.
Beberapa saat lalu aku biasa, Cuma bersekolah. Dan biasa aku ini bukan orang pinter jadi entah kenapa belajar malah jadi guyonan. Yah nasib T_T. Tapi kemarin aku mendengarkan dengan seksama penjelasan guru Kn yang memang lucu kayak pelawak. Padahal untuk teman-teman saya guru Kn itu killer alias galak. Tapi menurut saya beliau itu seperti pelawak yang mempunyai guyonan guyonan lucu dan terkadang menyindir atau aneh.
Dan kemarin guru saya itu mengatakan bahwa hak asasi manusia itu telah di lecehkan alias sudah sangat tak di hormati yang di sebabkan sudah tidak besarnya rasa nasionalisme.
Bangsa Indonesia kini rakyatnya hanya mementingkan diri dan kelompoknya. Bangsa indonesia kini banyak sekali mementingkan dan membesar-besarkan Aku Dan Kami. Bukan kita. Padahal seharusnya dengan rasa kebangsaan dan nasionalisme seharusnya lebih memntingkan kita. Bukan Cuma aku dan kami. Atau dalam bahasa kasarnya. Mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.
Inilah keburukan yang saat ini di idap oleh bangsa yang mau mulai berkembang ini. Yang di sebabkan oleh pergeseran makna budaya dan juga krisis dalam segala aspek.
Menurut guru saya yang seperti pelawak itu. Beliau mengatakan bahwa Di Indonesia banyak sekali HAM yang tak di hormati. Dan salah satu bukti yang nyata adalah Di gugatnya AHMADIYAH yang di ancam di bubarkan.
Yah pada saat itu di kepalaku langsung menolaknya. Entah mengapa tiba-tiba saja ada pemikiran yang langsung menyangkal pemikiran guru saya itu. Dn celakanya lagi ternyata saya itu memiliki pemikiran yang menyangkal tiga pernyataan sekaligus alias menyalahkan tiga hal yang di ungkapkan guru saya sekaligus.
Yang pertama adalah. Guru saya mengatakan bahwa HAM atau Hak asasi manusia itu adalah Hak yang melekat pada Setiap manusia sejak ia hidup sebagai anugrah Yang Maha Esa. Nah Ini Dia masalhnya Hak asasi di artikan sebagai anugerah tuhan bagi setiap umat. Jadi dengan kata lain bahwa negara mengakui adanya tuhan secara langsung dengan adanya perundangan tentang HAM. Dan masalahnya Ahmadiyah ingin di bubarkan para masyarakat islam karena mengakui memiliki nabi lain selain nabi Muhammad saw namun mengaku islam. Berarti dengan kata lain ahmadiyah mengingkari al qur’an karena tidak mempercayai isi dari al quran. Itu sudah cukup untuk menyatakan aliran tersebut sesat. Dan pasti di bubarkan.
Bagaimana mungkin orang orang ahmadiyah tersebut meminta perlindungan ham. Padahal Ham adalah anugrah tuhan tetapi mereka sendiri para orang itu tidak mempercayai al quran yang isinya firman firman Allah. Bukankah aneh. Meminta hak sesuatu yang bahkan mereka tak percayaai? Yang bahkan mereka langgar perintahnya? Yang telah membuat sebuah penyimpangan pada sebuah agama? Agama Allah, namun mereka malah meminta hak yang di berikan tuhan? Apakah dengan sebuah logika Allah akan memberikan sebuah hak untuk tidak mempercayaai dan lebih parah adalah membuat pembenara dan pembelokkan agama Allah? Jelas tidak. Maka keputusan untuk membubarkanya seharusnya dan sepatutnyalah kita kita dukung. Bukankah kita tidak ingin agama kita di pecah pecah dan di belokkan dengan mengatas namakan hak yang di berikan oleh tuhan? Jika ahmadiyah tidak menggunakan nama islam mungkin lain cerita. Karna dia tidak menodai agama apapun. Tetapi karna dia membinceng nama islam dan dalam agama islam itu di halalkan membunuh orang yang dengan terang terangan memusuhi dan menyerang atau merusak agama islam. Maka jalan terbaik adalah membubarkan agama yang menodai agama lain atau paling tidak,tidak menggunakan agama Islam. Atau yng berhubungan dengan islam atau agama agama lainya.
Tetapi walaupun saya tadi berkata seperti itu pasti masih saja ada yang entah mengapa Cuma tak acuh. Dan mungkin juga ada yang berfikir . “tidak seperti itu. HAM dimiliki setiap manusia bahkan yang tidak mempercayaai tuhan.” Saya tau pasti ada juga orang yang berfikiran seperti itu. Berfikir bahwa apa yang di tulis oleh aku ini adalah hanya sebuah tulisan orang yang nggak tau apa-apa. Orang yang amatiran gak penting. Tapi mari kita pikirkan lagi.
Jika pemikiran anda benar. Berarti bukanya ada sebuah pengertian yang salah. HAM adalah “HOLY AREA” yang bahkan negara tak boleh mengaturnya. Itu yang selama ini di perjuangkan oleh penegak HAM atau pejuang /aktivis HAM. Namun sekali lagi. Jika yang dipikirkan orang seperti tadi yaitu Ham dimiliki bahkan jika dia tak percaya tuhan. Berarti sekali lagi itu menyatakan bahwa HAM itu bukan pemberian tuhan. Ya karena begini saja di logika. Mengapa kita mengatakan bahwa HAM dilarang untuk di sentuh di atur oleh siapapun. Itu karena kita berfikiran bahwa itu pemberian tuhan. Nah dengan demikian pemikiran itu dapat di ambil bahwa awalnya ada ham adalah karena kita mengenal tuhan. Jadi apakah orang yang tak mengenal ataupun malah mengingkari tuhan maka dia memiliki ham? Jika kalou semkua orang tak mengenal tuhan bukankah berarti tak akan ada ham.
Dengan pemeparan tadi pasti ada juga yang masih berfikiran “ pengertian hamnya tu yang salah” ya mungkin saja anda yang menyalahkan saya karna memang saya bukan seorang ahli. Tapi sekali lagi. Yang membuat pengertian bukanlah saya melainkan para ahli yang sudah terbukti kehebatanya karena mereka sudah jelas di ikuti banyak orang. Dan bahkan pengertian tentang Ham tersebut di ajarkan sebagai suatu bab di kurikulum pendidikan. Dan pasti anda yang berfikir pengertian ham itu salah pasti pernah bersekolah. Mengapa anda tak mencoba protes. Malah hanya membiarkan itu berlangsung? Atau jika anda berfikir “Para ahli tersebut salah mengartikan HAM” bagaimana jika pemikiran itu salah. Jadi pemikiran anda itu salah. Pemikiran bahwa ham di miliki semua orang itu salah. Itu akan lebih mudah dan lebih masuk akal dengan pengertian itu maka ham seharusnya hanya di miliki oleh orang yang punya tuhan.
Maka dengan pengertian tadi di atas maka HAM tetap dapan di artikan sebagai HOLY AREA yang tidak dapat di atur bahkan oleh hukum. Namun hanya boleh di batasi dengan hukum yang berlandaskan hukum tuhan.
Dan kemarin guru saya itu mengatakan bahwa hak asasi manusia itu telah di lecehkan alias sudah sangat tak di hormati yang di sebabkan sudah tidak besarnya rasa nasionalisme.
Bangsa Indonesia kini rakyatnya hanya mementingkan diri dan kelompoknya. Bangsa indonesia kini banyak sekali mementingkan dan membesar-besarkan Aku Dan Kami. Bukan kita. Padahal seharusnya dengan rasa kebangsaan dan nasionalisme seharusnya lebih memntingkan kita. Bukan Cuma aku dan kami. Atau dalam bahasa kasarnya. Mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.
Inilah keburukan yang saat ini di idap oleh bangsa yang mau mulai berkembang ini. Yang di sebabkan oleh pergeseran makna budaya dan juga krisis dalam segala aspek.
Menurut guru saya yang seperti pelawak itu. Beliau mengatakan bahwa Di Indonesia banyak sekali HAM yang tak di hormati. Dan salah satu bukti yang nyata adalah Di gugatnya AHMADIYAH yang di ancam di bubarkan.
Yah pada saat itu di kepalaku langsung menolaknya. Entah mengapa tiba-tiba saja ada pemikiran yang langsung menyangkal pemikiran guru saya itu. Dn celakanya lagi ternyata saya itu memiliki pemikiran yang menyangkal tiga pernyataan sekaligus alias menyalahkan tiga hal yang di ungkapkan guru saya sekaligus.
Yang pertama adalah. Guru saya mengatakan bahwa HAM atau Hak asasi manusia itu adalah Hak yang melekat pada Setiap manusia sejak ia hidup sebagai anugrah Yang Maha Esa. Nah Ini Dia masalhnya Hak asasi di artikan sebagai anugerah tuhan bagi setiap umat. Jadi dengan kata lain bahwa negara mengakui adanya tuhan secara langsung dengan adanya perundangan tentang HAM. Dan masalahnya Ahmadiyah ingin di bubarkan para masyarakat islam karena mengakui memiliki nabi lain selain nabi Muhammad saw namun mengaku islam. Berarti dengan kata lain ahmadiyah mengingkari al qur’an karena tidak mempercayai isi dari al quran. Itu sudah cukup untuk menyatakan aliran tersebut sesat. Dan pasti di bubarkan.
Bagaimana mungkin orang orang ahmadiyah tersebut meminta perlindungan ham. Padahal Ham adalah anugrah tuhan tetapi mereka sendiri para orang itu tidak mempercayai al quran yang isinya firman firman Allah. Bukankah aneh. Meminta hak sesuatu yang bahkan mereka tak percayaai? Yang bahkan mereka langgar perintahnya? Yang telah membuat sebuah penyimpangan pada sebuah agama? Agama Allah, namun mereka malah meminta hak yang di berikan tuhan? Apakah dengan sebuah logika Allah akan memberikan sebuah hak untuk tidak mempercayaai dan lebih parah adalah membuat pembenara dan pembelokkan agama Allah? Jelas tidak. Maka keputusan untuk membubarkanya seharusnya dan sepatutnyalah kita kita dukung. Bukankah kita tidak ingin agama kita di pecah pecah dan di belokkan dengan mengatas namakan hak yang di berikan oleh tuhan? Jika ahmadiyah tidak menggunakan nama islam mungkin lain cerita. Karna dia tidak menodai agama apapun. Tetapi karna dia membinceng nama islam dan dalam agama islam itu di halalkan membunuh orang yang dengan terang terangan memusuhi dan menyerang atau merusak agama islam. Maka jalan terbaik adalah membubarkan agama yang menodai agama lain atau paling tidak,tidak menggunakan agama Islam. Atau yng berhubungan dengan islam atau agama agama lainya.
Tetapi walaupun saya tadi berkata seperti itu pasti masih saja ada yang entah mengapa Cuma tak acuh. Dan mungkin juga ada yang berfikir . “tidak seperti itu. HAM dimiliki setiap manusia bahkan yang tidak mempercayaai tuhan.” Saya tau pasti ada juga orang yang berfikiran seperti itu. Berfikir bahwa apa yang di tulis oleh aku ini adalah hanya sebuah tulisan orang yang nggak tau apa-apa. Orang yang amatiran gak penting. Tapi mari kita pikirkan lagi.
Jika pemikiran anda benar. Berarti bukanya ada sebuah pengertian yang salah. HAM adalah “HOLY AREA” yang bahkan negara tak boleh mengaturnya. Itu yang selama ini di perjuangkan oleh penegak HAM atau pejuang /aktivis HAM. Namun sekali lagi. Jika yang dipikirkan orang seperti tadi yaitu Ham dimiliki bahkan jika dia tak percaya tuhan. Berarti sekali lagi itu menyatakan bahwa HAM itu bukan pemberian tuhan. Ya karena begini saja di logika. Mengapa kita mengatakan bahwa HAM dilarang untuk di sentuh di atur oleh siapapun. Itu karena kita berfikiran bahwa itu pemberian tuhan. Nah dengan demikian pemikiran itu dapat di ambil bahwa awalnya ada ham adalah karena kita mengenal tuhan. Jadi apakah orang yang tak mengenal ataupun malah mengingkari tuhan maka dia memiliki ham? Jika kalou semkua orang tak mengenal tuhan bukankah berarti tak akan ada ham.
Dengan pemeparan tadi pasti ada juga yang masih berfikiran “ pengertian hamnya tu yang salah” ya mungkin saja anda yang menyalahkan saya karna memang saya bukan seorang ahli. Tapi sekali lagi. Yang membuat pengertian bukanlah saya melainkan para ahli yang sudah terbukti kehebatanya karena mereka sudah jelas di ikuti banyak orang. Dan bahkan pengertian tentang Ham tersebut di ajarkan sebagai suatu bab di kurikulum pendidikan. Dan pasti anda yang berfikir pengertian ham itu salah pasti pernah bersekolah. Mengapa anda tak mencoba protes. Malah hanya membiarkan itu berlangsung? Atau jika anda berfikir “Para ahli tersebut salah mengartikan HAM” bagaimana jika pemikiran itu salah. Jadi pemikiran anda itu salah. Pemikiran bahwa ham di miliki semua orang itu salah. Itu akan lebih mudah dan lebih masuk akal dengan pengertian itu maka ham seharusnya hanya di miliki oleh orang yang punya tuhan.
Maka dengan pengertian tadi di atas maka HAM tetap dapan di artikan sebagai HOLY AREA yang tidak dapat di atur bahkan oleh hukum. Namun hanya boleh di batasi dengan hukum yang berlandaskan hukum tuhan.
Jumat, 09 Mei 2008
Hukum dan sebuah pembodohan
Hukum dan sebuah pembodohan
Pada beberapa saat yang lalu saya mendapat sebuah pelajaran yang asik dan yaaaaa. Lumayan bikin bingung. Tepatnya adalah sebuah pelajaran tentang HAM atau hak asasi manusia.
Padasaat itu, guru saya memberi contoh dan pengertian yang menurut saya agak aneh. Ada sebuah penjelasan yang sepertinya berbunyi seperti ini. Kalau tidak salah. “Agar pelaksanaan HAN tidak menimbulkan pelanggaran terhadap HAM yang lain,maka anda dalam melaksanakan HAM tidak boleh menuntut secara mutlak dan harusmentaati peraturan yang berlaku.
Dan guru saya itu memberi contoh yang agak aneh lagi. Kebetulan saat itu saya sedang be kuku panjang. Karena itu mememang sebuah kebiasaan saya. Guru saya mungkin ingin menyindir saya dengan memberi contoh pelanggaran hak yaitu dengan hukum ruang apalah gt, saya agak nggak mudeng. Yang pasti guru saya mengatakan bahwa saya melanggar hak orang lain dengan memanjanggkan kuku yang membuat ruang lebih sempit untuk orang lain.” Kamu itu melanggar orang lain di kelasmu dengan memanjangkan kuku yang dapat melukai teman kamu.” Tapi saya menyangkal dengan “saya nggak pernah melukai orang pakai kuku.”
Mungkin belum puas, guru saya terus saja menyalahkan.dia berkata bahwa seperti pada hukum ruang tadi. Kamu itu dengan memanjangkan kuku mengambil hak orang lain. Yaitu ruangan jadi sempit. Karena di kurangi oleh panjang kuku kamu ( padahal kuku saya gak panjang banget). Jadi hak teman saya untuk ruangan yang lebih hilang.. Terus saya tetap menyangkal donk. Saya memberi alasan baru. Ada sebuah pengertian bahwa “dalam pelaksanaannya hak tidak boleh di minta secara mutlak.agar tidak terjadi pelanggaran hak pada orang lain.” Lalu guru saya malah berkata “Laiya, coba kamu baca lagi.” Hanya jawab seperti itu.
Tapi itu juga sudah masuk ke kepala saya. Mungkin guru saya berfikiran bahwa dalam pelaksanaannya hak tak boleh di tuntut secara utuh. Mungkin pengertian guru saya adalah: hak saya untuk memanjangkan kuku tidak boleh di minta secara mutlak(padahal memang saya Cuma memanjangkan satu kuku.) karena akan menimbulkan pelanggaran hak pada teman saya yaitu melanggar hak ruangan teman saya satu kelas. Tapi setelah saya pikir lagi. Bagaimana jika keadaanya begini. Hak ruangan temen-teman saya tidak boleh di minta secara mutlak karena akan melakukan pelanggaran pada hak saya memanjangkan kuku. Bila keadaanya seperti itu kan jadi yang salah adalah teman-teman saya karena meminta hak ruangan secara mutlak. Itu ingin saya ungkapkan kepada guru saya. Tetapi guru saya malah hanya menyuruh saya membaca lagi dan mengatakan bahwa kemampuan berbahasa saya buruk.
Seperti yang saya katakan tadi. Memang jika saya yang meminta hak secara mutlak untuk memanjangkan kuku. Maka itu saya dapat di katakan negatif atau salah. Sedangkan teman sekelas saya positiv atau korban. Tetapi jika dalam konteksnya saya balik dengan teman saya meminta hak ruangan kelas lebih lebar dengan mengor bankan untuk memotong kuku saya maka. Teman teman saya akan menjadi negativ atau dengan kata lain saya positv atau korban. Maka sampai sekarang pun saya masih tak mau di ributkan atas hal itu.
Mungkin ada peraturan yang memang mengatur itu. Tetapi. Peraturan peraturan tersebut tidak di buat berdasarkan pemikiran orang yang akan menjalani peraturan tersebut. Maka banyak peraturan yang tak jalan karena memang tak bisa di jalankan ayau memang tak seharusnya di jalankan atau sengaja tak di jalankan karena tak sesuai. Seperti peraturan di sekolah yang banyak agak tak sesuai. Contohnya masalah kuku. Mengapa tak di ijinkan panjang? Mungkin tak di jelaskan mungkin alasanya tak rapi. Tetapi jika saya. Kuku panjang menurut saya berguna di saat-saat tertentu. Dan pasti anda yang pernah ber kuku panjang tau. Jadi menagapa itu di larang. Mengapa itu tidak di sesuaikan saja dengan mengijinkan tetapi terbatas. Seperti hanya boleh satu jari sepanjang1-3 cm.. itu saya kira lebih baik daripada memaksakan sesuatu yang aneh.
Dan ada lagi. Yaitu peraturan tentang memakai sepatu warna hitam saat sekolah. Dan saat ini harus dipakai saat hari-hari tertentu. Padahal hampir semua siswa sekarang lebih suka memakai sepatu putih atau pun bebas. Mengapa peraturannya tak di ubah saja sehingga sesuai dan pasti siswa menjalankannya dengan benar dan dengan senang tanpa rasa beban. Mungkin alasanya saat uapacara harus memakai sepatu hitam agar terlihat rapi atau sama. Mengapa tak di ganti. Karena sekarang banyak yang lebih menyukai putih mengapa upacara tak memakai sepatu putih semua. Bukankah itu juga rapi dan sama. Mengapa kitas membuat peraturan yang kaku yang seakan menyusahkan diri kita sendiri dan orang lain? Mengapa nggak membuat peraturan yang sesuai dengan kita? Jangan meniru jangan memaksakan. Kalaupun ada yang berkata upacara adalah acara semi militer dan militer memakai sepatu hitam. Mengapa kita meniru? Kan itu hanya semi militer? Dan karena mungkin militer tak suka bersepatu putih sedang kita suka mengapa meniru? Kan dalam upacara yang penting bukan sepatunya berwarna hitam. Tetapi bagaimana kita menghormati negara dengan menghormati bendera dan lain lain dalam upacara.
Ada hal yang entah mengapa kita budayakan padahal itu tak perlu dan hanya menyusahkan namun di beri dalih aneh aneh.
Jadi sekali lagi jangan membuat hidup susah. Be easy dan karna hidup terbaik adalah karena hidup yang dapat kau jalani sebaik mungkin.
Padasaat itu, guru saya memberi contoh dan pengertian yang menurut saya agak aneh. Ada sebuah penjelasan yang sepertinya berbunyi seperti ini. Kalau tidak salah. “Agar pelaksanaan HAN tidak menimbulkan pelanggaran terhadap HAM yang lain,maka anda dalam melaksanakan HAM tidak boleh menuntut secara mutlak dan harusmentaati peraturan yang berlaku.
Dan guru saya itu memberi contoh yang agak aneh lagi. Kebetulan saat itu saya sedang be kuku panjang. Karena itu mememang sebuah kebiasaan saya. Guru saya mungkin ingin menyindir saya dengan memberi contoh pelanggaran hak yaitu dengan hukum ruang apalah gt, saya agak nggak mudeng. Yang pasti guru saya mengatakan bahwa saya melanggar hak orang lain dengan memanjanggkan kuku yang membuat ruang lebih sempit untuk orang lain.” Kamu itu melanggar orang lain di kelasmu dengan memanjangkan kuku yang dapat melukai teman kamu.” Tapi saya menyangkal dengan “saya nggak pernah melukai orang pakai kuku.”
Mungkin belum puas, guru saya terus saja menyalahkan.dia berkata bahwa seperti pada hukum ruang tadi. Kamu itu dengan memanjangkan kuku mengambil hak orang lain. Yaitu ruangan jadi sempit. Karena di kurangi oleh panjang kuku kamu ( padahal kuku saya gak panjang banget). Jadi hak teman saya untuk ruangan yang lebih hilang.. Terus saya tetap menyangkal donk. Saya memberi alasan baru. Ada sebuah pengertian bahwa “dalam pelaksanaannya hak tidak boleh di minta secara mutlak.agar tidak terjadi pelanggaran hak pada orang lain.” Lalu guru saya malah berkata “Laiya, coba kamu baca lagi.” Hanya jawab seperti itu.
Tapi itu juga sudah masuk ke kepala saya. Mungkin guru saya berfikiran bahwa dalam pelaksanaannya hak tak boleh di tuntut secara utuh. Mungkin pengertian guru saya adalah: hak saya untuk memanjangkan kuku tidak boleh di minta secara mutlak(padahal memang saya Cuma memanjangkan satu kuku.) karena akan menimbulkan pelanggaran hak pada teman saya yaitu melanggar hak ruangan teman saya satu kelas. Tapi setelah saya pikir lagi. Bagaimana jika keadaanya begini. Hak ruangan temen-teman saya tidak boleh di minta secara mutlak karena akan melakukan pelanggaran pada hak saya memanjangkan kuku. Bila keadaanya seperti itu kan jadi yang salah adalah teman-teman saya karena meminta hak ruangan secara mutlak. Itu ingin saya ungkapkan kepada guru saya. Tetapi guru saya malah hanya menyuruh saya membaca lagi dan mengatakan bahwa kemampuan berbahasa saya buruk.
Seperti yang saya katakan tadi. Memang jika saya yang meminta hak secara mutlak untuk memanjangkan kuku. Maka itu saya dapat di katakan negatif atau salah. Sedangkan teman sekelas saya positiv atau korban. Tetapi jika dalam konteksnya saya balik dengan teman saya meminta hak ruangan kelas lebih lebar dengan mengor bankan untuk memotong kuku saya maka. Teman teman saya akan menjadi negativ atau dengan kata lain saya positv atau korban. Maka sampai sekarang pun saya masih tak mau di ributkan atas hal itu.
Mungkin ada peraturan yang memang mengatur itu. Tetapi. Peraturan peraturan tersebut tidak di buat berdasarkan pemikiran orang yang akan menjalani peraturan tersebut. Maka banyak peraturan yang tak jalan karena memang tak bisa di jalankan ayau memang tak seharusnya di jalankan atau sengaja tak di jalankan karena tak sesuai. Seperti peraturan di sekolah yang banyak agak tak sesuai. Contohnya masalah kuku. Mengapa tak di ijinkan panjang? Mungkin tak di jelaskan mungkin alasanya tak rapi. Tetapi jika saya. Kuku panjang menurut saya berguna di saat-saat tertentu. Dan pasti anda yang pernah ber kuku panjang tau. Jadi menagapa itu di larang. Mengapa itu tidak di sesuaikan saja dengan mengijinkan tetapi terbatas. Seperti hanya boleh satu jari sepanjang1-3 cm.. itu saya kira lebih baik daripada memaksakan sesuatu yang aneh.
Dan ada lagi. Yaitu peraturan tentang memakai sepatu warna hitam saat sekolah. Dan saat ini harus dipakai saat hari-hari tertentu. Padahal hampir semua siswa sekarang lebih suka memakai sepatu putih atau pun bebas. Mengapa peraturannya tak di ubah saja sehingga sesuai dan pasti siswa menjalankannya dengan benar dan dengan senang tanpa rasa beban. Mungkin alasanya saat uapacara harus memakai sepatu hitam agar terlihat rapi atau sama. Mengapa tak di ganti. Karena sekarang banyak yang lebih menyukai putih mengapa upacara tak memakai sepatu putih semua. Bukankah itu juga rapi dan sama. Mengapa kitas membuat peraturan yang kaku yang seakan menyusahkan diri kita sendiri dan orang lain? Mengapa nggak membuat peraturan yang sesuai dengan kita? Jangan meniru jangan memaksakan. Kalaupun ada yang berkata upacara adalah acara semi militer dan militer memakai sepatu hitam. Mengapa kita meniru? Kan itu hanya semi militer? Dan karena mungkin militer tak suka bersepatu putih sedang kita suka mengapa meniru? Kan dalam upacara yang penting bukan sepatunya berwarna hitam. Tetapi bagaimana kita menghormati negara dengan menghormati bendera dan lain lain dalam upacara.
Ada hal yang entah mengapa kita budayakan padahal itu tak perlu dan hanya menyusahkan namun di beri dalih aneh aneh.
Jadi sekali lagi jangan membuat hidup susah. Be easy dan karna hidup terbaik adalah karena hidup yang dapat kau jalani sebaik mungkin.
Senin, 28 April 2008
Narkoba = Rokok ?
Narkoba = Rokok ?
Akhir-akhir ini saya berfikir banyak sekali orang yang menjadi keras kepla dan tak manusiawi. Tapi tak bermanusiawi disini mbukan maksudnya melakukan tindak kejahatan melainkan melakukan perbuatan yang hanya berdasarkan ego dan tidak berfikir menggunakan logika. Mereka seakan tak mau menggunakan otaknya. Itu kan perbuatan yang tak manusiawi. Karena manusia kan memiliki otak jadi jika kamu melakukan perbuatan tanpa berfikir. Berarti tak manusiawi.
Banyak hal yng sangat kecil bagi seseorang namun itu bereti besar jika dia tau apa itu sebenarnya. Saya akhir –akhir ini banyak sekali menemui orang yang berpendirian teguh. Memang sih benar dan memang harus seperti itu. Tapi harus berpegang teguh dengan sesuatu yang benar. Atau paling tidak sesuatu yang dipercaya atau kita percaya secara individu benar. Tapi menganggap atau percaya bahwa sesuatu itu benar harus di dasarkan pada sebuah fakta yang logis atau sebuah pemikiran atau alasan yang memggunakan logika.
Sedangkan akhir-akhir ini saya malah sering sekali bertemu dengan orang-orang yang berpegang teguh alias keras kepala kepada hal-hal yang jelas menurut saya salah. Tentu saja saya mengatakan salah itu bukan dengan tanpa alasan tetapi dengan alasan logis yang memang sudah saya fikirkan. Saya jadi sering berdebat dengan teman-teman saya karena hal itu. Dan kebanyakan teman saya menjawab dengan jawaban yang tak manusiawi. Contohnya: saya bertanya kepada teman tentang sesuatu hal yang jelas-jelas sama tetapi mengapa dalam presentasinya (teman saya itu) dia menggolongkan secara berbeda. Saya bertanya soal itu. Dan teman saya entah tak mudeng dengan saya atau tidak memehami isi presentasinya sendiri. Dia malah menjawab muter-muter.Dia pada akhirnya hanya berkata “ itu kan pendapat kamu” “endapat orng kan beda-beda”. Itu lah yang di katakan teman sekelas saya sebagai jawaban akhir.
aku itu bukanya mau sok pinter tetapi hanya mau membetulkan kesalahan. Jika semua orang berfikir seperti cewek teman saya itu. Bagaimana jadinya dunia ini? Padahal sudah jelas bahwa dua hal yang sama (mirip* karena tak ada hal yang sama didunia ini) tak mungkin masuk dalam du penggolongan. Namun dia tetap bersikeras. Bagaiman jika semua orang bersikeras bahwa hal yang salah jika itu benar hanya dengan alasan “pendapat orang berbeda – beda” hancurlah dunia ini. Dan yang pasti banyak kejahatan.
Ada lagi sebuah jawaban yang tidak manusiawi. Ada seorang teman saya yang meminta kertas ulangan pada teman saya yang lain. Namun teman saya yang di mintai kertas ulangan tersebut, sebut saja B dia tak mau memberikan karena dengan alasan si B memakainya. Sehingga si A atau sang peminta kertas ulangan tersebut harus menggunakan sebuah kertas biasa. Namun ketika ulangan selesai saya melihat bahwa ada kertas ulangan si B yang masih utuh hanya ada beberapa coretan yang hanya untuk menghitung atau corat –coret. Dan saya bertanya: “tuh padahal masih ada kertas ulangan kenapa tidak kamu kasih ke si A tadi?” dia menjawab:”ini ku gunakan sebagai kertas corat-coret.” Saya berkata lagi: “Kan kalo cuma corat-coret bisa pakai kertas biasa jadi kertas ulngan nya malah bisa buat Si A” namun teman saya hanya menjawab dengan marah: “Ini kan kertas ulangan saya. Mau saya apakan terserah saya kamu kok ribut.” Mendengar itu saya diam saja. Hanya berkata dalam hati. “lha bilang sori tadi sudah terpakai. Saja kan sudah selesai. Eh gitu aja susah banget. Malah marah-marah.
Jawaban teman saya tadi benar-benar tak manusiawi kan? Kalau orang berfikir pasti dia lebih memilih agar barangnya dapat membantu orang lain. Atau setidaknya dapat di gunakan sesuai peruntukannya. Bagaimana jika semua orang keras kepala dan tak manusiawi dan berprinsip seperti teman saya tadi. Pasti dunia cepet hancur dan banyak penyalah gunaan hal yang ber atas namakan hak milik. Pasti mereka tak tau bahwasanya mereka tak memiliki apapun kecuali titipan tuhan yang bahkan tak bisa mereka bawa mati. Untung kapitalis tak terlalu banyak di Indonesia. Ya moga-moga ajah.
Nah sekarang ada lagi jawaban tak manusiawi . tetepi kali ini bukan dari teman saya. Namun dari guru saya. Tetapi mungkin juga ada teman saya yang berfikir hampir mirip dengan guru saya. Ceriytanya seperti ini. Saya berfikir pada suatu pelajaran tentang halal nya sesuatu. Guru saya menjelaskan tentang mengapa narkoba itu haram. Entah apa saja alasannya saya tak trlalu ingat. Maaf saya memang agak pelupa. Yang saya ingat Alasnnya di antaranya adalah : membuat kecanduan, merusak tubuh, menyebabkan perbuatan kriminal. Nah setelah itu saya bertanya kepada guru saya “Mengapa rokok tak di haramkan juga di Indonesia. Kan kalau tak salah ada hadis yang mengatakan bahwa sesuatu yang merusak tubuh hukumnya haram.” Lalu guru saya menjawab “ ya namun itu termasuk hadis lemah.” Lalu saya befikir seperti ini. “ kan rokok juga sama kayak narkoba. Sama-sama merusak tubuh dan bisa membuat kecanduan dan bukan tidak mungkin karena kecanduan tersebut atau bisa juga di katakan perokok berat. Dapat menyebabkan tindak kriminal.” Atas dasar pemikiran itu saya bertanya lagi : “ Kan rokok punya sifat yang sama seperti narkoba kok tidak di haramkan dan di jual bebas.?” Lalu guru saya menjawab dengan jawaban yang menurut saya sangat tak manusiawi. “Itu saya juga nggak tau. Tapi rokok itu kan sumber utama devisa negara. Ya ntar kalo rokok diharamkan negara jadi miskin.
Saya sangat terkejut sekaligus geli dengan jawaban seorang guru pada saya.itu. Dan saya juga berfikir. Apakah haram suatu benda dapat ditukar dengan kemakmuran negara? Saya suh enggak setuju. Kalau memang bisa mengapa tak narkoba juga di bolehkan. Kan pasti Indonesia bisa lebih makmur. Hhhaaaaaaaa.....
Yah tapi saya Cuma mau mengajak anda fahami lah. Dan satu lagi pemikiran saya. Tau nggak? Berkat jawaban guru saya itu saya jadi mengerti mengapa di Indonesia banyak sekali terjadi bencana dan cobaan. Karena indonesia lah negara yang mayoritas islam namun berani terang-terangan menukar hukum Allah dengan kemakmuran bangsanya. Negara yang mayoritas islam namun di biayai oleh hasil menjual barang yang merusak masa depan banyak orang.
Jadi kawan. Aku gak mau memprovokasi. Aku Cuma mau ngasih tau kebenaran menurutku dan kebenaran berdasarkan alasan berlogika yang telah aku buat. Jika mau mengerti sedikit akan ku jelaskan sedikit tentang rokok dan narkoba.
golongan narkoba
1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.
2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.
3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.
4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.
5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.
Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.
6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.
7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).
Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.
Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.
Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.
Rokok
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
• Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
• Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.
Nah dari beberapa pemaparan ada sebuah fakta baru juga yaitu rokok tidak hanya mercuni si pemakai seperti narkoba. Namun juga meracuni orang lain yang berada di dekatnya. Nah rokok lebih berbahaya kan dari narkoba?
Silahkan anda berkomentar. Namun yang pasti keep thinking logicly
Banyak hal yng sangat kecil bagi seseorang namun itu bereti besar jika dia tau apa itu sebenarnya. Saya akhir –akhir ini banyak sekali menemui orang yang berpendirian teguh. Memang sih benar dan memang harus seperti itu. Tapi harus berpegang teguh dengan sesuatu yang benar. Atau paling tidak sesuatu yang dipercaya atau kita percaya secara individu benar. Tapi menganggap atau percaya bahwa sesuatu itu benar harus di dasarkan pada sebuah fakta yang logis atau sebuah pemikiran atau alasan yang memggunakan logika.
Sedangkan akhir-akhir ini saya malah sering sekali bertemu dengan orang-orang yang berpegang teguh alias keras kepala kepada hal-hal yang jelas menurut saya salah. Tentu saja saya mengatakan salah itu bukan dengan tanpa alasan tetapi dengan alasan logis yang memang sudah saya fikirkan. Saya jadi sering berdebat dengan teman-teman saya karena hal itu. Dan kebanyakan teman saya menjawab dengan jawaban yang tak manusiawi. Contohnya: saya bertanya kepada teman tentang sesuatu hal yang jelas-jelas sama tetapi mengapa dalam presentasinya (teman saya itu) dia menggolongkan secara berbeda. Saya bertanya soal itu. Dan teman saya entah tak mudeng dengan saya atau tidak memehami isi presentasinya sendiri. Dia malah menjawab muter-muter.Dia pada akhirnya hanya berkata “ itu kan pendapat kamu” “endapat orng kan beda-beda”. Itu lah yang di katakan teman sekelas saya sebagai jawaban akhir.
aku itu bukanya mau sok pinter tetapi hanya mau membetulkan kesalahan. Jika semua orang berfikir seperti cewek teman saya itu. Bagaimana jadinya dunia ini? Padahal sudah jelas bahwa dua hal yang sama (mirip* karena tak ada hal yang sama didunia ini) tak mungkin masuk dalam du penggolongan. Namun dia tetap bersikeras. Bagaiman jika semua orang bersikeras bahwa hal yang salah jika itu benar hanya dengan alasan “pendapat orang berbeda – beda” hancurlah dunia ini. Dan yang pasti banyak kejahatan.
Ada lagi sebuah jawaban yang tidak manusiawi. Ada seorang teman saya yang meminta kertas ulangan pada teman saya yang lain. Namun teman saya yang di mintai kertas ulangan tersebut, sebut saja B dia tak mau memberikan karena dengan alasan si B memakainya. Sehingga si A atau sang peminta kertas ulangan tersebut harus menggunakan sebuah kertas biasa. Namun ketika ulangan selesai saya melihat bahwa ada kertas ulangan si B yang masih utuh hanya ada beberapa coretan yang hanya untuk menghitung atau corat –coret. Dan saya bertanya: “tuh padahal masih ada kertas ulangan kenapa tidak kamu kasih ke si A tadi?” dia menjawab:”ini ku gunakan sebagai kertas corat-coret.” Saya berkata lagi: “Kan kalo cuma corat-coret bisa pakai kertas biasa jadi kertas ulngan nya malah bisa buat Si A” namun teman saya hanya menjawab dengan marah: “Ini kan kertas ulangan saya. Mau saya apakan terserah saya kamu kok ribut.” Mendengar itu saya diam saja. Hanya berkata dalam hati. “lha bilang sori tadi sudah terpakai. Saja kan sudah selesai. Eh gitu aja susah banget. Malah marah-marah.
Jawaban teman saya tadi benar-benar tak manusiawi kan? Kalau orang berfikir pasti dia lebih memilih agar barangnya dapat membantu orang lain. Atau setidaknya dapat di gunakan sesuai peruntukannya. Bagaimana jika semua orang keras kepala dan tak manusiawi dan berprinsip seperti teman saya tadi. Pasti dunia cepet hancur dan banyak penyalah gunaan hal yang ber atas namakan hak milik. Pasti mereka tak tau bahwasanya mereka tak memiliki apapun kecuali titipan tuhan yang bahkan tak bisa mereka bawa mati. Untung kapitalis tak terlalu banyak di Indonesia. Ya moga-moga ajah.
Nah sekarang ada lagi jawaban tak manusiawi . tetepi kali ini bukan dari teman saya. Namun dari guru saya. Tetapi mungkin juga ada teman saya yang berfikir hampir mirip dengan guru saya. Ceriytanya seperti ini. Saya berfikir pada suatu pelajaran tentang halal nya sesuatu. Guru saya menjelaskan tentang mengapa narkoba itu haram. Entah apa saja alasannya saya tak trlalu ingat. Maaf saya memang agak pelupa. Yang saya ingat Alasnnya di antaranya adalah : membuat kecanduan, merusak tubuh, menyebabkan perbuatan kriminal. Nah setelah itu saya bertanya kepada guru saya “Mengapa rokok tak di haramkan juga di Indonesia. Kan kalau tak salah ada hadis yang mengatakan bahwa sesuatu yang merusak tubuh hukumnya haram.” Lalu guru saya menjawab “ ya namun itu termasuk hadis lemah.” Lalu saya befikir seperti ini. “ kan rokok juga sama kayak narkoba. Sama-sama merusak tubuh dan bisa membuat kecanduan dan bukan tidak mungkin karena kecanduan tersebut atau bisa juga di katakan perokok berat. Dapat menyebabkan tindak kriminal.” Atas dasar pemikiran itu saya bertanya lagi : “ Kan rokok punya sifat yang sama seperti narkoba kok tidak di haramkan dan di jual bebas.?” Lalu guru saya menjawab dengan jawaban yang menurut saya sangat tak manusiawi. “Itu saya juga nggak tau. Tapi rokok itu kan sumber utama devisa negara. Ya ntar kalo rokok diharamkan negara jadi miskin.
Saya sangat terkejut sekaligus geli dengan jawaban seorang guru pada saya.itu. Dan saya juga berfikir. Apakah haram suatu benda dapat ditukar dengan kemakmuran negara? Saya suh enggak setuju. Kalau memang bisa mengapa tak narkoba juga di bolehkan. Kan pasti Indonesia bisa lebih makmur. Hhhaaaaaaaa.....
Yah tapi saya Cuma mau mengajak anda fahami lah. Dan satu lagi pemikiran saya. Tau nggak? Berkat jawaban guru saya itu saya jadi mengerti mengapa di Indonesia banyak sekali terjadi bencana dan cobaan. Karena indonesia lah negara yang mayoritas islam namun berani terang-terangan menukar hukum Allah dengan kemakmuran bangsanya. Negara yang mayoritas islam namun di biayai oleh hasil menjual barang yang merusak masa depan banyak orang.
Jadi kawan. Aku gak mau memprovokasi. Aku Cuma mau ngasih tau kebenaran menurutku dan kebenaran berdasarkan alasan berlogika yang telah aku buat. Jika mau mengerti sedikit akan ku jelaskan sedikit tentang rokok dan narkoba.
golongan narkoba
1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.
2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.
3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.
4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.
5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.
Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.
6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.
7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).
Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.
Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.
Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.
Rokok
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
• Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
• Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.
Nah dari beberapa pemaparan ada sebuah fakta baru juga yaitu rokok tidak hanya mercuni si pemakai seperti narkoba. Namun juga meracuni orang lain yang berada di dekatnya. Nah rokok lebih berbahaya kan dari narkoba?
Silahkan anda berkomentar. Namun yang pasti keep thinking logicly
Selasa, 15 April 2008
JaNgan Selalu Melakukan Hal positiF!!!!!
JaNgan Selalu Melakukan Hal positiF!!!!!
Ayo BerBuaTNegatiV
Let’s be negative
Ayo BerBuaTNegatiV
Let’s be negative
Mengapa Saya mengajak untuk berbuat negatiF? Terdengar aneh mungkin. Tapi tidak jika kamu memiliki pemikiran yang lain. Pemikiran seperti saya. Dan sekarang saya akan mencoba memberi sedikit anda inspirasi hidup. Dan memandang hidup dengan logika.
Sejak dulu banyak motivator(bagi yang gak tau. Ini artinya orang yang kerjanya memotivasi orang. Mungkin bisa di sebut mempengaruhi otak. Atau mungkin mencuci otak. Hehehe ^_^!) yang mengembor gemborkan jadilah positif. Tapi saya ingin mengajak kamu menjadi sebaliknya. Mengapa?
Bukan maksud saya jelek. Saya hanya ingin mengajak kamu berfikir lagi sebelum berbuat. Karna berbuat baik setiap saat bukan berarti itu yang terbaik dan bukan berarti itu yang benar.
Walaupun banyak orang yang berfikir demikian. Sehingga myuncul pepatah. “apa yang kau tanam adalah apa yang kan kau dapatkan” ya mungkin seperti itu kira-kira. Atau muncul pepatah itu lalu memotivasi orang berbuat baik. Entah yang mana yang duluan yang ada. Pepatah itu atau perbuatan baik orang-orang. Tapi yang pasti yang muncul terlebih dahulu adalah perbuatan baik seseorang yang mau mengatakan pepatah itu pertama kali dan memotivasi orang lain. AAAaaaaaaaaaaah sudah gak penting.
Kembali ke masalah, apakah kamu merasa ada yang salah sedikit tentang pepatah itu? Coba pikir?
Ada Gak?
Kalau ada, berarti sama denganku. Aku juga merasa.
Tapi apakah kita memikirkan hal yang sama?
Saya memikirkan suatu hal tentang pepatah itu yang salah. Itu dalah dalam pepatah “apa yang kau tanam adalah apa yang kan kau dapatkan” yang kira-kira artinya. Jika kau berbuat baik, maka kebaikan yang kau dapat. Dan jika kau berbuat jahat atau buruk, maka keburukan yang kau dapatkan.
Tapi coba berfikir. Jika kamu nanam kebaikan kamu dapat kebaikan. Jika kamu nanam apel kamu dapat apel. Gitu lah istilahnya. Tapi itu kan kalau di ladang yang baik. Bagaimana jika kamu nanam apel di ladang yang buruk? Apah kamu berfikir akan dapat apel yang baiK? Boro-boro dapet apel. Paling cuma capek. Nah bukankah itu berarti kita melakukan hal yang baik namun mendapat hal yang buruk?
Nah itu pembalikan pepatah danpenjelasan kasarnya. Biar gampang di mengerti sama orang yang Cuma bisa nanya “maksudya apa to?”
Saya kasih contoh. Kalau kamu menyumbang satu milyar. Itu perbuatan baik. Atau istilah tadi apel. Dan kamu menyumbangkan pada panti asuhan tetapi yang dimiliki teroris untuk menggalang dana untuk membeli bomb. Atau istilahnya tanah yang buruk. Jadi kan kalau kita menanam apelnya tadi ke tanah yang rusak maka kita hanya akan mendapatkan capek atau keburukan. Maksudnya jika kita berbuat baik tetapi pada orang dan situasi yang buruk maka akan menghasilkan hal yang buruk. Seperti tadi contoh kasarnya anda menyumbang satu milyar untuk panti asuhan. Tetapi hanya panti asuhan fiktif milik para teroris. Apakah anda akan berfikir anda akan mendapatkan hal baik? Saya pikir tidak. Pasti teroris gunakan untuk melakukan serangan. Mungkin saja menyerang kota anda termasuk rumah anda. Buruk bukan?
Itu hal yang tak mungkin. Itu seperti hal matematika (+)(-)=(-). Anda menginginkan hal yang dekat dengan anda? Baik. Begini contohnya, Akhir-akhir ini banyak terjadi bencana dan banyak orang-orang yang meminta sumbangan dari rumah ke rumah dengan alasan menolong korban bencana di kota X. Ia kan? Atau mungkin meminta sumbangan untuk membangun masjid atau sumbangan panti asuhan di daerah X. Biasanya mereka bekerja atau meminta sumbangan secara berkelompok lebih dari 2 orang. Dan sebagai masyarakat yang baik. Yang ingin berbuat baik. Ataupun hanya ingin terlihat baik. Pasti anda memberikan sumbangan seikhlasnya. Tapi anda mungkin tak berfikir. Itu benar untuk sumbangan atau bukan? Atau mungkin ada yang berfikir demikian dan bertanya pada si peminta sumbangan. Mungkin meminta alamat jelas. Lalu entah tak tau atau memeng tau dan sadar bahwa itu palsu namun berfikir jika “Ah saya Cuma nyumbang 5000 tok. Palsu juga gak apa-apa. Toh saya niatnya nyumbang.” Dan akhirnya tetap memberi walaupun tau bahwa itu palsu.
Tapi tahu gak kamu. Ia memang bener itu baik nyumbang. Kamu dapat pahala. Tapi, seperti yang tadi aku bilang kalau + (nyumbang 5000) ketemu – (penipu) = - (buruk). Mau tau buruknya? Jika setiap orang berfikirseperti tadi. Dengan tetep menyumbang walaupun tau bahwa dia menyumbang penipu. Dengan mengatas namakan niat menyumbang. Maka hal ini yang akan terjadi. Banyak orang menyumbang hitung saja satu komplek 1000 rumah. Setiap rumah 5000 rupiah. Maka seharinya penipu itu mendapatkan 5.000.000 rupiah. Jika di bagi dengan 5 anggota yang pasti seorang mendapatkan 1.000.000 setiap harinya. Dan 30.000.000 setiap bulan. Hasil yang besar bukan? Cepat kaya kan?
Dan sang penipu tersebut yang sudah mendapatkan hasil yang banyak pasti menceritakan hal tersebut pada orang lain. Dan ia mecoba dan berhasil. Dan bercerita pada orang lain lagi dan terus berulang. Apakah itu hal baik? Tidak. Itu namanya membudidayakan penipuan di indonesia. Merusak indonesia. Dan bagaimana jika salah satu dari keluarga kamu yang ternyata bekerja seperti itu? Pasti itu buruk. Karena memiliki seorang anggota keluarga penipu bukanlah suatu kebanggaan. Hasilnya buruk buakan? Memang tak langsung. Namun tetap saja buruk.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun tentu saja saya gak mau bahas semua. Capek. Yang pasti intinya saya cuma mau ngajak kamu untuk liat situasi sebelum berbuat. Dan jangan asal berbuat baik. Karna di agama pun walaupun kamu sudah baca niat belum tentu apa yang kamu lakuakan menjadi baik dan di ridhoi tuhan. Apa lagi kalau baca niat waktu mau merampok. Tetep aja haram.
Jadi berfikirlah sebelum berbuat baik. Salah jika kamu bernggapan masak berbuat baik saja harus mikir? Memang kenyataanya orang yang bisa berbuat baik adalah orang yang bisa berfikirdan menggunakan otaknya. Dan inget, setiap masalah dapat diatasi walaupun sendirian.
Dan yang terakhir stay think different.
Jumat, 28 Maret 2008
BERGUNA UNTUK BANGSA
CERPEN BERGUNA UNTUK BANGSA
“Bangsa… Bangsa, kamu ini ya jangan aneh-aneh. Jadi orang biasa saja yak an sudah susah.”,Kata seorang lelaki tua kepada anaknya. “Gak mau ah pak.” Sahut anak haji Imran itu. “Bosen jadi biasa-biasa saja.” Sejak kecil Bangsa yang selalu berfikir bahwa tak perlu jadi orang biasa karena hal biasa itu belum tentu benar. Hal yang di anggap biasa adalah hal yang sering di lakukan oleh masyarakat. Bagaimana jika yang mereka biasa lakukan adalah sebuah kesalahan? Kesalahan yang di tinggalkan jaman kebodohan dulu yang masih lestari hingga saat teknologi ini. Jika yang benar di anggap aneh, kenapa aku gak berbuat aneh saja. Biar aneh asal benar. Toh biasa di suatu tempat belum tentu dianggap biasa ditempat lain. Aneh sekarang belum tentu aneh juga dimasa depan. Banyah juga ilmuan yang dulu di anggap aneh namun sekarang di puji-puji.Begitulah kira-kira pemikiran si Bangsa.
Bangsa yang diberi petuah oleh bapaknya karena ia sering berdiam diri dan tidak mau ikut berramai-ramai ria dengan teman-teman sekelasnya. Dia lebih memilih duduk saja di bangku dan tidak melakukan apa-apa. Hal itu membuat teman-temanya menganggapnya aneh dan mungkin juga gurunya. Yang pasti wali kelas Bangsa menganggap ia tak dapat bersosialisasi dengan baik dan melaporkanya kepada orang tuanya.
Pada saat diberi nasihat oleh bapaknya,bangsa hanya berfikir di kepalanya. Berfikir macam-macam yang aneh-aneh. Lalu ketika bapaknya berkata “Kamu itu kok sukanya berdiam diri di kelas. Kata guru kamu Bu ines, kamu sukanya duduk di bangku sendiri. Ngak mau bergaul? Mau jadi orang sombong?”
Kata-kata itu tak mampu di jawabnya. Atau lebih tepatnya tak mau.Dia berkata pada dirinya sendiri di dalam hatinya. “ Daripada saya harus ikut jingkrak-jingkrak, nyanyi-nyanyi, ngrumpi keras-keras di kelas atau malah bokepan mending saya diam di bangku. Dikatain sombong biarin deh,emang nasib” Dia tak mengucapkan satu kata pun dari mulutnya. Terkunci rapat diam seribu bahasa sebagai rasa hormat.
“Kamu tu yang normal-normal saja to sa.”Ucap ayahnya lagi. “wah kalo yang di anggap normal itu yang kayak temen-temenku. Mending jadi orang aneh dech.” Ujar Bangsa dalam hatinya lagi. Dia tak mau mengucapkan apa-apa. Banyak alasan untuk tak mengucapkan hal yang di pikirkannya. Dan mungkin salah satunya adalah dia masih punya hati dan sifat dasarnya yang malas yang membuatnya malas untuk mencari masalah dengan mengucapkan itu semua. Hal yang ada di kepalanya.
Setelah melihat bapaknya hanya diam dan akhirnya berpaling ke tempat lain. Bangsa berfikir mungkin petuah bapaknya sudah habis. Bapaknya kehabisan kata-kata untuk mengatasi anak semata wayangnya ini. Merdeka pun ngluyur ke tempat lain. Dia pergi ke warnet. Surfing di internet merupakan hal yang sedang popular saat ini. Dan bangsa bukan orang yang gaptek walaupun agak bodoh dan pemalas.
Hari itu Bangsa berselancar di internet mulai jam 9.00-16.00. Karena hari ini dan dua hari ke depan ruang kelas bangsa di gunakan untuk try out anak kelas XII. Dia pun mendapat liburan dan dapat berlama-lama di warnet.
Setelah itu hari berganti dengan biasa-biasa saja. Kenaikan kelas pun Bangsa lewati dengan nilai biasa-biasa saja agak menengah kebawah. Sesuai dengan kecerdasannya dan sifat pemalasnya itu.
Suatu hari saat Bangsa sedang menimba ilmu bahasa inggris di sekolah. Saat itu dia diberi tugas oleh sang guru tentang “What does it mean to be Indonesian?” karena akan di adakan lomba bahasa inggris dengan tema itu. Namun bangsa tidak berminat mengikuti lomba itu. Karena yak berminat dia hanya mendengarkannya saja sembari merogoh kantong mencari hp. Saat jemarinya menyentuh hp di dalam saku. Seketika itu juga ia merasakan bahwa hpnya bergetar. Itu berarti ada telpon dari orang tua nya.
Bangsa memang sudah menatur agar saat sekolah hp nya hanya akan menerima panggilan dari kedua orang tuanya saja.
Langsung setelah merasakan ada panggilan,Bangsa berdiri dan berjalan mendekati gurunya yang berada di depan kelas. Dia meminta ijin untuk pergi ke kamar kecil. Dia pun berjalan keluar menuju toilet yang berada di sebrang kelasnya. Di toilet Bangsa mengangkat telpon yang ternyata dari ibunya. “Halo,Ada apa bu?” Tanya Bangsa. Dari ujung telepon terdengar suara seperti tangisan. Bangsa pun cemas. Ia takut terjadi apa-apa pada ibunya tercinta.
“Bapak sa,Bapak….”Ujar Ismi ibu Bangsa.
“Kenapa Bu,bapak kenapa?”
“Bapak masuk rumah sakit sa.”
“Kenapa?”
“Sudah sekarang kamu minta ijin pulang. Kamu kesini. Ke rumah sakit dekat rumah.”
Bangsa pun langsung menutup telponnya dan berlari menuju kelas untuk mengambil barang –barangnya dan meminta ijin. Ia bergerak dengan cepat bagai di kejar-kejar setan.Setelah meminta ijin kepada guru Bk. Ia pun menuju rumah sakit mengendarai motornya.
Di rumah sakit, dia masuk ke sebuah ruang icu di mena bapaknya terbaring. Bangsa menunduk khawatir disebelah bapaknya yang lalu bercerita bahwa ia sudah sakit sejak setengah tahun lalu. Bangsa pun meneteskan air mata kesedihan setelah tau bahwa bapaknya sekit namun tetap berjuang dan bekerja keras untuk menghidupi dia dan ibunya. “Bangsa, sudah bapak ndak usah kamu tangisi. Yang penting kamu hargai usaha bapak. Kamu jaga ibumu. Kamu jadi orang yang berguna buat bangsa.” Sambil menutup mata dan berusaha menahan tangis Bangsa menjawab, “ Ya pak, saya akan berguna bagi bangsa dan menjaga ibu.” Saat bangsa sudah tak meneteskan air mata lagi. Bangsa membuka matanya. Sesaat pandangannya buram. Ketika pandanganya mulai fokus ia melihat hal yang tak ingin dia lihat. Jasad bapaknya yang menutup mata dan tak bergerak yang ia lihat. Mata ttutup dan senyuman di wajahnya.
Tangis bangsa kembali pecah. Mendengar tangisan Bangsa ibunya yang baru datang selah di minta membeli obat pun berlari masuk. Seolah langsung sadar melihat keadaan suaminya. Ia kut menangis di samping Bangsa.
Beberapa hari setelah kematian bapaknya. Setelah kesedihan Bangsa reda. Bangsa mengingat pesan terakhir bapaknya yang sangat dermawan selalu membantu sampunya dan baik hati walaupun bukan dari keluarga kaya. Dia ingi mewujudkan permintaan bapaknya. Namun ia tak tau bagaimana harus memulainya. Di tengah pemikirannya mencari jalan tuk berguna bagi basa ini. Dia teringat pada lomba bahasa inggris di sekolahnya. “Sebelum saya ingin berguna bagi bangsa Indonesia. Lebih baik saya tau jadi baa Indonesia itu apa?” pikirnya dalam hati. Dia berfikir jika tau apa maksudnya jadi bangsa Indonesia. Pasti tau bagaimana berguna bagi bangsa ini.
Dia pun mulai menghadap computer butut pemtium III nya. Dia mulai berfikir. Namun hanya pertanyaan-pertanyaan yang muncul bahkan tak memilika jawaban.
Mulai dari Siapa itu orang Indonesia? Karena Bukankah bangsa ini bangsa yang luhur? Apakah hanya dengan lahir di Indonesia maka akan jadi orang Indonesia? Bukan kurasa bukan.Jika seorang lahir di Indonesia namun tak cinta Indonesia. Bukankah ia bukan orang Indonesia? Karena pusing ia memikirkan hal tersebut berhari-hari. Ia juga bertanya pada temannya. Temanya pun menjawab. Bahwa orang Indonesia itu adalah jajaran pemerintah. Dengan sedikit argument bahwa syarat menjadi anggota pemerintahan adalah warga Negara Indonesia. Bangsa pun setuju dan pada saat sampai di rumah ia berniat memulai menulis bahwa orang Indonesia adalah para jajaran pemerintahan.
Sebelum mulai menulis, Bangsa memilih untuk makan malam terlebih dahulu. Ia makan bersama ibunya yang sedang menonton tv. Ia makan di sebelah ibunya di ruang tv. Ibu Bangsa menonton acara berita. Dan ada sebuah berita yang menggugah pemikiran bangsa. “Pejabat Departemen K ertangkap basah. Sedang melakukan Transaksi dengan seorang anggota keluarga terpidana…….” Berita yang di ucapkan pembawa berita tv itu membuat Bangsa urung menuliskan Bahwa para jajaran pemerintah adalah orang Indonesia.
Tanpa sada ia berkata “Dasar pejabat. Bukan orang Indonesia. Nggak bisa di percaya.” Ibunya yang mendengar menanggapinya.”tapi kan masih ada pejabat yang bersih.” Bangsa yang bicara tanpa sadr tertegun dan berfikir sejenak sebelum akhirnya memperoleh jawaban atas tanggapan ibunya. “Iya bu. Tapi bukankah para pejabat bekerja tidak sendiri-sendiri? Berarti seharusnya pejabat-pejabat lain tau bahwa ada pejabat yang korupsi atau berbuat salah. Namun nyatanya tidak ada kan pejabat yang melaporkan pejabat lain korupsi? Mereka malah sengaja menyimpannya atau malah ikut berkorupsi berjamaah. Dan jika tak peduli pun dan tak ikut korupsi. Jika mereka tak melakukan apa-apa. Mereka tetap melakukan kesalahan. Karena tau bahwa ada penjhat di pemerintahan tetapi membiarkannya atau pura-pura tak tau. Berarti mereka membiarkan Negara ini di rusak . Mereka juga nggak bener. Bukankah di hukum kita juga ada pasal yng mengatakan melindungi atau membantu sebuah kejahatan itu dilarang? Membiarkan juga termasuk melindungi dan membantu bukan?.” Ibunya yang memang cerdas tau maksud anaknya diam karena memang anaknya benar. Ia sebenarnya malu juga sebab ia adalah PNS walaupun tak menduduki jabatan tinggi, tetapi ia sadar bahwa banyak sekali kesalahan pada abdi-abdi Negara. Bahkan termasuk dirinya.Bangsa pun tidur dengan kecewa karena ia belum juga mendapat jawaban atas pertanyaannya sendiri.
Ke esokan harinya. Bangsa berangkat ke sekolahnya. Sebuah sekolah yang tergolong favorit yang bangsa tak yakin itu sekolah favorit atau tidak. Itu di sebabkan banyak sekali hal yang di mata bangsa tak bisa di banggakan. Contohnya di sekolah bangsa menyontek bersama-sama merupakan hal biasa atau malah wajib.
Namun ada sedikit bagian yang bisa di banggakan karena banyak temannya yang juara olimpiade se Indonesia atau bahkan se dunia. Ada juga ahli-ahli musik juga guru-guru yang pandai. Tapi ada juga guru yang hanya bisa ngomong tanpa praktek, tempramen, ada juga yang agak nyeleneh.
Di sekolah ia bertemu teman yang baru pulang dari kejuaraan fisika internasional. Dia bertanya, “ Don kamu kan anak pinter. Tau nggak orang yang berguna bagi bangsa yang bisa di sebut orang Indonesia?” Doni yang sombong menceramahi Bangsa lama sekali. Bukan Cuma menjawab ia mengolok olok Bangsa dengan kata-kata tinggi yang merendahkan. Dia menjawab yang intinya bahwa yang berguna adalah anak-anak pandai yang dapat menangkan lomba bertaraf internasional. Karena dengan begitu maka dia memperkenalkan bangsa ini pada dunia. Mengankat martabat bangsa. Bukan seperti Bangsa yang bodoh dan pemalas.
Bangsa yang tidak tahan di omelin oleh doni berfikir. Dan dalam sekejab ia mendapat jawaban yang dapat membalas kata kata Doni yang pedas. Bangsa berkata setengah berteriak “Iya kamu memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Tapi kamu sadar nggak? Kamu membuat bangsa lain ingin tau tentang bangsa ini. Tapi apakah mereka hanya akan tau tentang sesuatu yang baik di Indonesia? Nggak!!! Mereka akan jadi tau semua tentang kita belajar tentang kita. Semua. Termasuk keburukan-keburukan bangsa ini. Banyaknya koruptor di bangsa ini. Banyak sekali anggota bangsa ini yang berjiwa koruptor. Orang yang tega membiarkan saudara sebangsanya mati kelaparan hanya untuk menambah kekayaanya. Hanya untuk beli mobil. Kamu piker itu pantas di banggakan ke dunia? Kebobrokan bangsa ini? Kebobrokan moral? Bahkan siapa tau mereka malah memanfaatkan kebobrokan moral kita dan kebodohan kita untuk memanfaatkan bangsa ini? Bukankah itu merugikan bangsa ini? Dan kamu yang menyebabkan kamu tu bodoh. Kalau pamer ke dunia itu mikir-mikir dulu. Bukankah ada pepatah jawa MIKUL DHUWUR MENDEM JERO yang artinya junjung tinggi keburukan dan simpan rapat rapat kesalahan masa lalu.kalau bisa perbaiki. Kalau kamu itu MIKUL DHUWUR MENDEM KENTIP atau memamerkan kebaikan namun lebih memamerkan keburukan lebih tinggi. Kamu kan orang jawa. Masak itu saja tak tau. Dasar fisikawan goblok.” Mendengar perkataan itu. Doni diam dan ngeluyur pergi. Bangsa pun tertawa bahagia setelah membalas Doni.
Namun walaupun Bangsa tertawa. Dalam hatinya ia juga merasa bersalah karena sebagai pelajar ia tak bis berbuat apa-apa untuk berguna bagi bangsa ini. Sejak saat itu ia pun menyerah untuk mencari jawaban atas siapa orang Indonesia dan mulai belajar giat dan memilih tujuan untuk menjadi cerdas agar dapat merubah bangs ini. Ia tersadar oleh perkataan Doni. Ia harus mengubah bangsa ini menjadi baik dahulu sebelum memamerkan bangsanya.
Setelah kejadian tersebut Bangsa menjadi anak yang rajin. Dia melewati kenaikan kelas dan kelulusan dengan nilai terbaik di Indonesia. Ia pun masuk ke universitas terkenal di Jakarta. Ia memilih jurusan hukum untuk dapat mengubah bangsa ini. Ia juga aktif dalam BEM dan sering melakukan demonstrasi untuk menentan yang salah dan mendukung yang benar. Bangsa sering melakukan kegiatan-kegiatan itu. Beberapa kali masuk penjara. Namun ia tak gentar. Bahkan ia bertemu dengan teman akrab di depan penjar. Ia mendapat sahabat di sana.Nemanya santi. Ia menjadi sahabat bangsa karena memiliki kesamaan pemikiran.Santi sering bersama-sama melakukan demo.
Karena seringnya bersama-sama. Tumbuh benih cinta di keduanya. Dan pada saat selesai melakukan orasi. Mereka bersama-sama pulang menaiki mobil santi. Di dalam mobil sejenak mereka berhadap-hadapan saling memandang dan melihat wajah satu sama lain. Wajah mereka saling berdekatan. Hingga bibir mereka mendekat. Dan setelah itu…… KRRRRRIIIIIIIIIIIINGGG TILLLLIT TUUUUI Terdengar bunyi hp Bangsa. Telepon dari nomer tak di kenal. Ia mengankatnaya. Dan terdengar suara wanita berkata “ Apakah benar ini saudara bangsa? Ibu anda meninggal di rumah sakit di dekat stasiun.”
Bangsa yang kaget mendengar hal tersebut langsung meminta santi untuk mengantarnya ke rumah sakit dekat stasiu. Ia tak menyangka bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada ibunya. Sebab ia hanya pergi selama 3 hari. Jantungnya pun berdebar dan ia menyesali dirinya sendiri. Ia tak mau kehilangan orang tuanya lagi.
Sampai di rumah sakit Bangsa hanya diam di sebelah jasad ibunya. Bahkan menangispun ia tak bisa. Santi yang seolah mengerti apa yang di rasakan oleh Bangsa itu tak mau mendekat dan hanya berdiri jauh dari bangsa. Ia bertanya pada suster mengapa Ibunya meninggal. Tetapi tak ada yang menjawab. Hanya seorang pria tua yang datng menghampiri dan berkata bahwa ia yang menemukan ibu Bangsa yang di tabrak oleh mobil yang langsung klabur. Ia berkata bahwa saat ia membawa ibu Bangsa masih hidup. Namun karena tak segera di beri pertolongan maka ia meninggal.Rumah sakit berkata tak mau mengoprasi jika tak ada jaminan biaya. Karena ibu itu membutuhkan operasi besar dan pasti tak murah. Lalu ada seorang yang mengaku mengetahui tentang ibu itu. Dia memberikan sebuah nomer telepon pada suster. Nomer telepon bangsa.
Sejak saat itu Bangsa tak lagi Optimis. Dia seolah kehilangan segalanya. Bahkan Ia tak mempedulikan santi lagi. Itak memikirkan bangsanya. Ia hanya berfikir mengapa ia yang berusaha menolong bangsanya. Tetapi malah kehilangan orng tua nya karena rumah sakit bangsa yamg ia bela tak mau melakukan operasi hanya karena tak ada yang menjamin biaya.
Suatu hari santi datang dan memberi kabar bahwa yang menabrak ibu Bangsa adalah anak buah dari pejabat yang pernah di buat mundur oleh bangsa. Santi mengajak Bangsa menuntut pejabat tu. Namun itu hanya membuat bangsa tambah marah. Sudah berbulan-bulan Bangsa tak lagi bersuara apa pun. Hanya berbuat seenaknya. Bahkan terkadang mabuk-mabukan dan sekarang sudah tak peduli apapun.Bahkan pada diri sendiri. Ia berubah dari pemuda gagah menjadi pemuda kummel tek terurus dan sangat kurus. Namun ia kini bersuara. “Percuma, itu tak kan mengembalikan orang yang telah mati. Aku sudah tak peduli lai!!!!!!”
“Tapi sa? Apa kamu mau diam saja melihat bangsa kita hancur?”
“ Maasa bodoh dengan bangsa ini. Mengapa harus memikirkan mereka? Mereka pun tak memikirkan ku. Hanya membuat aku kehilangan orang tua.”
“Tapi Sa? Apa kamu juga akan menghianati permintaan bapak kamu yang mengingin kan kamu berjuang untuk bangs ini?”
Bangsa tertegun. Namun ia terlanjur tak mau peduli lagi. Ia pun hanya menjawab. “ Tidak aku tak akan menghianati bapakku. Bapakki menginginkanku berguna bagi bangsa. Dan aku akan berjuang untukku sendiri. Persetan dengan orang lain. Aku ini Bangsa, aku akan berguna hanya untuk diriku sendiri. Persetan dengan apa-pun. Aku tak menghianati engkau pak. Aku berguna untuk Bangsa seperti yang kau minta. Berguna untuk diriku sendiri.
“Bangsa… Bangsa, kamu ini ya jangan aneh-aneh. Jadi orang biasa saja yak an sudah susah.”,Kata seorang lelaki tua kepada anaknya. “Gak mau ah pak.” Sahut anak haji Imran itu. “Bosen jadi biasa-biasa saja.” Sejak kecil Bangsa yang selalu berfikir bahwa tak perlu jadi orang biasa karena hal biasa itu belum tentu benar. Hal yang di anggap biasa adalah hal yang sering di lakukan oleh masyarakat. Bagaimana jika yang mereka biasa lakukan adalah sebuah kesalahan? Kesalahan yang di tinggalkan jaman kebodohan dulu yang masih lestari hingga saat teknologi ini. Jika yang benar di anggap aneh, kenapa aku gak berbuat aneh saja. Biar aneh asal benar. Toh biasa di suatu tempat belum tentu dianggap biasa ditempat lain. Aneh sekarang belum tentu aneh juga dimasa depan. Banyah juga ilmuan yang dulu di anggap aneh namun sekarang di puji-puji.Begitulah kira-kira pemikiran si Bangsa.
Bangsa yang diberi petuah oleh bapaknya karena ia sering berdiam diri dan tidak mau ikut berramai-ramai ria dengan teman-teman sekelasnya. Dia lebih memilih duduk saja di bangku dan tidak melakukan apa-apa. Hal itu membuat teman-temanya menganggapnya aneh dan mungkin juga gurunya. Yang pasti wali kelas Bangsa menganggap ia tak dapat bersosialisasi dengan baik dan melaporkanya kepada orang tuanya.
Pada saat diberi nasihat oleh bapaknya,bangsa hanya berfikir di kepalanya. Berfikir macam-macam yang aneh-aneh. Lalu ketika bapaknya berkata “Kamu itu kok sukanya berdiam diri di kelas. Kata guru kamu Bu ines, kamu sukanya duduk di bangku sendiri. Ngak mau bergaul? Mau jadi orang sombong?”
Kata-kata itu tak mampu di jawabnya. Atau lebih tepatnya tak mau.Dia berkata pada dirinya sendiri di dalam hatinya. “ Daripada saya harus ikut jingkrak-jingkrak, nyanyi-nyanyi, ngrumpi keras-keras di kelas atau malah bokepan mending saya diam di bangku. Dikatain sombong biarin deh,emang nasib” Dia tak mengucapkan satu kata pun dari mulutnya. Terkunci rapat diam seribu bahasa sebagai rasa hormat.
“Kamu tu yang normal-normal saja to sa.”Ucap ayahnya lagi. “wah kalo yang di anggap normal itu yang kayak temen-temenku. Mending jadi orang aneh dech.” Ujar Bangsa dalam hatinya lagi. Dia tak mau mengucapkan apa-apa. Banyak alasan untuk tak mengucapkan hal yang di pikirkannya. Dan mungkin salah satunya adalah dia masih punya hati dan sifat dasarnya yang malas yang membuatnya malas untuk mencari masalah dengan mengucapkan itu semua. Hal yang ada di kepalanya.
Setelah melihat bapaknya hanya diam dan akhirnya berpaling ke tempat lain. Bangsa berfikir mungkin petuah bapaknya sudah habis. Bapaknya kehabisan kata-kata untuk mengatasi anak semata wayangnya ini. Merdeka pun ngluyur ke tempat lain. Dia pergi ke warnet. Surfing di internet merupakan hal yang sedang popular saat ini. Dan bangsa bukan orang yang gaptek walaupun agak bodoh dan pemalas.
Hari itu Bangsa berselancar di internet mulai jam 9.00-16.00. Karena hari ini dan dua hari ke depan ruang kelas bangsa di gunakan untuk try out anak kelas XII. Dia pun mendapat liburan dan dapat berlama-lama di warnet.
Setelah itu hari berganti dengan biasa-biasa saja. Kenaikan kelas pun Bangsa lewati dengan nilai biasa-biasa saja agak menengah kebawah. Sesuai dengan kecerdasannya dan sifat pemalasnya itu.
Suatu hari saat Bangsa sedang menimba ilmu bahasa inggris di sekolah. Saat itu dia diberi tugas oleh sang guru tentang “What does it mean to be Indonesian?” karena akan di adakan lomba bahasa inggris dengan tema itu. Namun bangsa tidak berminat mengikuti lomba itu. Karena yak berminat dia hanya mendengarkannya saja sembari merogoh kantong mencari hp. Saat jemarinya menyentuh hp di dalam saku. Seketika itu juga ia merasakan bahwa hpnya bergetar. Itu berarti ada telpon dari orang tua nya.
Bangsa memang sudah menatur agar saat sekolah hp nya hanya akan menerima panggilan dari kedua orang tuanya saja.
Langsung setelah merasakan ada panggilan,Bangsa berdiri dan berjalan mendekati gurunya yang berada di depan kelas. Dia meminta ijin untuk pergi ke kamar kecil. Dia pun berjalan keluar menuju toilet yang berada di sebrang kelasnya. Di toilet Bangsa mengangkat telpon yang ternyata dari ibunya. “Halo,Ada apa bu?” Tanya Bangsa. Dari ujung telepon terdengar suara seperti tangisan. Bangsa pun cemas. Ia takut terjadi apa-apa pada ibunya tercinta.
“Bapak sa,Bapak….”Ujar Ismi ibu Bangsa.
“Kenapa Bu,bapak kenapa?”
“Bapak masuk rumah sakit sa.”
“Kenapa?”
“Sudah sekarang kamu minta ijin pulang. Kamu kesini. Ke rumah sakit dekat rumah.”
Bangsa pun langsung menutup telponnya dan berlari menuju kelas untuk mengambil barang –barangnya dan meminta ijin. Ia bergerak dengan cepat bagai di kejar-kejar setan.Setelah meminta ijin kepada guru Bk. Ia pun menuju rumah sakit mengendarai motornya.
Di rumah sakit, dia masuk ke sebuah ruang icu di mena bapaknya terbaring. Bangsa menunduk khawatir disebelah bapaknya yang lalu bercerita bahwa ia sudah sakit sejak setengah tahun lalu. Bangsa pun meneteskan air mata kesedihan setelah tau bahwa bapaknya sekit namun tetap berjuang dan bekerja keras untuk menghidupi dia dan ibunya. “Bangsa, sudah bapak ndak usah kamu tangisi. Yang penting kamu hargai usaha bapak. Kamu jaga ibumu. Kamu jadi orang yang berguna buat bangsa.” Sambil menutup mata dan berusaha menahan tangis Bangsa menjawab, “ Ya pak, saya akan berguna bagi bangsa dan menjaga ibu.” Saat bangsa sudah tak meneteskan air mata lagi. Bangsa membuka matanya. Sesaat pandangannya buram. Ketika pandanganya mulai fokus ia melihat hal yang tak ingin dia lihat. Jasad bapaknya yang menutup mata dan tak bergerak yang ia lihat. Mata ttutup dan senyuman di wajahnya.
Tangis bangsa kembali pecah. Mendengar tangisan Bangsa ibunya yang baru datang selah di minta membeli obat pun berlari masuk. Seolah langsung sadar melihat keadaan suaminya. Ia kut menangis di samping Bangsa.
Beberapa hari setelah kematian bapaknya. Setelah kesedihan Bangsa reda. Bangsa mengingat pesan terakhir bapaknya yang sangat dermawan selalu membantu sampunya dan baik hati walaupun bukan dari keluarga kaya. Dia ingi mewujudkan permintaan bapaknya. Namun ia tak tau bagaimana harus memulainya. Di tengah pemikirannya mencari jalan tuk berguna bagi basa ini. Dia teringat pada lomba bahasa inggris di sekolahnya. “Sebelum saya ingin berguna bagi bangsa Indonesia. Lebih baik saya tau jadi baa Indonesia itu apa?” pikirnya dalam hati. Dia berfikir jika tau apa maksudnya jadi bangsa Indonesia. Pasti tau bagaimana berguna bagi bangsa ini.
Dia pun mulai menghadap computer butut pemtium III nya. Dia mulai berfikir. Namun hanya pertanyaan-pertanyaan yang muncul bahkan tak memilika jawaban.
Mulai dari Siapa itu orang Indonesia? Karena Bukankah bangsa ini bangsa yang luhur? Apakah hanya dengan lahir di Indonesia maka akan jadi orang Indonesia? Bukan kurasa bukan.Jika seorang lahir di Indonesia namun tak cinta Indonesia. Bukankah ia bukan orang Indonesia? Karena pusing ia memikirkan hal tersebut berhari-hari. Ia juga bertanya pada temannya. Temanya pun menjawab. Bahwa orang Indonesia itu adalah jajaran pemerintah. Dengan sedikit argument bahwa syarat menjadi anggota pemerintahan adalah warga Negara Indonesia. Bangsa pun setuju dan pada saat sampai di rumah ia berniat memulai menulis bahwa orang Indonesia adalah para jajaran pemerintahan.
Sebelum mulai menulis, Bangsa memilih untuk makan malam terlebih dahulu. Ia makan bersama ibunya yang sedang menonton tv. Ia makan di sebelah ibunya di ruang tv. Ibu Bangsa menonton acara berita. Dan ada sebuah berita yang menggugah pemikiran bangsa. “Pejabat Departemen K ertangkap basah. Sedang melakukan Transaksi dengan seorang anggota keluarga terpidana…….” Berita yang di ucapkan pembawa berita tv itu membuat Bangsa urung menuliskan Bahwa para jajaran pemerintah adalah orang Indonesia.
Tanpa sada ia berkata “Dasar pejabat. Bukan orang Indonesia. Nggak bisa di percaya.” Ibunya yang mendengar menanggapinya.”tapi kan masih ada pejabat yang bersih.” Bangsa yang bicara tanpa sadr tertegun dan berfikir sejenak sebelum akhirnya memperoleh jawaban atas tanggapan ibunya. “Iya bu. Tapi bukankah para pejabat bekerja tidak sendiri-sendiri? Berarti seharusnya pejabat-pejabat lain tau bahwa ada pejabat yang korupsi atau berbuat salah. Namun nyatanya tidak ada kan pejabat yang melaporkan pejabat lain korupsi? Mereka malah sengaja menyimpannya atau malah ikut berkorupsi berjamaah. Dan jika tak peduli pun dan tak ikut korupsi. Jika mereka tak melakukan apa-apa. Mereka tetap melakukan kesalahan. Karena tau bahwa ada penjhat di pemerintahan tetapi membiarkannya atau pura-pura tak tau. Berarti mereka membiarkan Negara ini di rusak . Mereka juga nggak bener. Bukankah di hukum kita juga ada pasal yng mengatakan melindungi atau membantu sebuah kejahatan itu dilarang? Membiarkan juga termasuk melindungi dan membantu bukan?.” Ibunya yang memang cerdas tau maksud anaknya diam karena memang anaknya benar. Ia sebenarnya malu juga sebab ia adalah PNS walaupun tak menduduki jabatan tinggi, tetapi ia sadar bahwa banyak sekali kesalahan pada abdi-abdi Negara. Bahkan termasuk dirinya.Bangsa pun tidur dengan kecewa karena ia belum juga mendapat jawaban atas pertanyaannya sendiri.
Ke esokan harinya. Bangsa berangkat ke sekolahnya. Sebuah sekolah yang tergolong favorit yang bangsa tak yakin itu sekolah favorit atau tidak. Itu di sebabkan banyak sekali hal yang di mata bangsa tak bisa di banggakan. Contohnya di sekolah bangsa menyontek bersama-sama merupakan hal biasa atau malah wajib.
Namun ada sedikit bagian yang bisa di banggakan karena banyak temannya yang juara olimpiade se Indonesia atau bahkan se dunia. Ada juga ahli-ahli musik juga guru-guru yang pandai. Tapi ada juga guru yang hanya bisa ngomong tanpa praktek, tempramen, ada juga yang agak nyeleneh.
Di sekolah ia bertemu teman yang baru pulang dari kejuaraan fisika internasional. Dia bertanya, “ Don kamu kan anak pinter. Tau nggak orang yang berguna bagi bangsa yang bisa di sebut orang Indonesia?” Doni yang sombong menceramahi Bangsa lama sekali. Bukan Cuma menjawab ia mengolok olok Bangsa dengan kata-kata tinggi yang merendahkan. Dia menjawab yang intinya bahwa yang berguna adalah anak-anak pandai yang dapat menangkan lomba bertaraf internasional. Karena dengan begitu maka dia memperkenalkan bangsa ini pada dunia. Mengankat martabat bangsa. Bukan seperti Bangsa yang bodoh dan pemalas.
Bangsa yang tidak tahan di omelin oleh doni berfikir. Dan dalam sekejab ia mendapat jawaban yang dapat membalas kata kata Doni yang pedas. Bangsa berkata setengah berteriak “Iya kamu memperkenalkan Indonesia ke mata dunia. Tapi kamu sadar nggak? Kamu membuat bangsa lain ingin tau tentang bangsa ini. Tapi apakah mereka hanya akan tau tentang sesuatu yang baik di Indonesia? Nggak!!! Mereka akan jadi tau semua tentang kita belajar tentang kita. Semua. Termasuk keburukan-keburukan bangsa ini. Banyaknya koruptor di bangsa ini. Banyak sekali anggota bangsa ini yang berjiwa koruptor. Orang yang tega membiarkan saudara sebangsanya mati kelaparan hanya untuk menambah kekayaanya. Hanya untuk beli mobil. Kamu piker itu pantas di banggakan ke dunia? Kebobrokan bangsa ini? Kebobrokan moral? Bahkan siapa tau mereka malah memanfaatkan kebobrokan moral kita dan kebodohan kita untuk memanfaatkan bangsa ini? Bukankah itu merugikan bangsa ini? Dan kamu yang menyebabkan kamu tu bodoh. Kalau pamer ke dunia itu mikir-mikir dulu. Bukankah ada pepatah jawa MIKUL DHUWUR MENDEM JERO yang artinya junjung tinggi keburukan dan simpan rapat rapat kesalahan masa lalu.kalau bisa perbaiki. Kalau kamu itu MIKUL DHUWUR MENDEM KENTIP atau memamerkan kebaikan namun lebih memamerkan keburukan lebih tinggi. Kamu kan orang jawa. Masak itu saja tak tau. Dasar fisikawan goblok.” Mendengar perkataan itu. Doni diam dan ngeluyur pergi. Bangsa pun tertawa bahagia setelah membalas Doni.
Namun walaupun Bangsa tertawa. Dalam hatinya ia juga merasa bersalah karena sebagai pelajar ia tak bis berbuat apa-apa untuk berguna bagi bangsa ini. Sejak saat itu ia pun menyerah untuk mencari jawaban atas siapa orang Indonesia dan mulai belajar giat dan memilih tujuan untuk menjadi cerdas agar dapat merubah bangs ini. Ia tersadar oleh perkataan Doni. Ia harus mengubah bangsa ini menjadi baik dahulu sebelum memamerkan bangsanya.
Setelah kejadian tersebut Bangsa menjadi anak yang rajin. Dia melewati kenaikan kelas dan kelulusan dengan nilai terbaik di Indonesia. Ia pun masuk ke universitas terkenal di Jakarta. Ia memilih jurusan hukum untuk dapat mengubah bangsa ini. Ia juga aktif dalam BEM dan sering melakukan demonstrasi untuk menentan yang salah dan mendukung yang benar. Bangsa sering melakukan kegiatan-kegiatan itu. Beberapa kali masuk penjara. Namun ia tak gentar. Bahkan ia bertemu dengan teman akrab di depan penjar. Ia mendapat sahabat di sana.Nemanya santi. Ia menjadi sahabat bangsa karena memiliki kesamaan pemikiran.Santi sering bersama-sama melakukan demo.
Karena seringnya bersama-sama. Tumbuh benih cinta di keduanya. Dan pada saat selesai melakukan orasi. Mereka bersama-sama pulang menaiki mobil santi. Di dalam mobil sejenak mereka berhadap-hadapan saling memandang dan melihat wajah satu sama lain. Wajah mereka saling berdekatan. Hingga bibir mereka mendekat. Dan setelah itu…… KRRRRRIIIIIIIIIIIINGGG TILLLLIT TUUUUI Terdengar bunyi hp Bangsa. Telepon dari nomer tak di kenal. Ia mengankatnaya. Dan terdengar suara wanita berkata “ Apakah benar ini saudara bangsa? Ibu anda meninggal di rumah sakit di dekat stasiun.”
Bangsa yang kaget mendengar hal tersebut langsung meminta santi untuk mengantarnya ke rumah sakit dekat stasiu. Ia tak menyangka bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada ibunya. Sebab ia hanya pergi selama 3 hari. Jantungnya pun berdebar dan ia menyesali dirinya sendiri. Ia tak mau kehilangan orang tuanya lagi.
Sampai di rumah sakit Bangsa hanya diam di sebelah jasad ibunya. Bahkan menangispun ia tak bisa. Santi yang seolah mengerti apa yang di rasakan oleh Bangsa itu tak mau mendekat dan hanya berdiri jauh dari bangsa. Ia bertanya pada suster mengapa Ibunya meninggal. Tetapi tak ada yang menjawab. Hanya seorang pria tua yang datng menghampiri dan berkata bahwa ia yang menemukan ibu Bangsa yang di tabrak oleh mobil yang langsung klabur. Ia berkata bahwa saat ia membawa ibu Bangsa masih hidup. Namun karena tak segera di beri pertolongan maka ia meninggal.Rumah sakit berkata tak mau mengoprasi jika tak ada jaminan biaya. Karena ibu itu membutuhkan operasi besar dan pasti tak murah. Lalu ada seorang yang mengaku mengetahui tentang ibu itu. Dia memberikan sebuah nomer telepon pada suster. Nomer telepon bangsa.
Sejak saat itu Bangsa tak lagi Optimis. Dia seolah kehilangan segalanya. Bahkan Ia tak mempedulikan santi lagi. Itak memikirkan bangsanya. Ia hanya berfikir mengapa ia yang berusaha menolong bangsanya. Tetapi malah kehilangan orng tua nya karena rumah sakit bangsa yamg ia bela tak mau melakukan operasi hanya karena tak ada yang menjamin biaya.
Suatu hari santi datang dan memberi kabar bahwa yang menabrak ibu Bangsa adalah anak buah dari pejabat yang pernah di buat mundur oleh bangsa. Santi mengajak Bangsa menuntut pejabat tu. Namun itu hanya membuat bangsa tambah marah. Sudah berbulan-bulan Bangsa tak lagi bersuara apa pun. Hanya berbuat seenaknya. Bahkan terkadang mabuk-mabukan dan sekarang sudah tak peduli apapun.Bahkan pada diri sendiri. Ia berubah dari pemuda gagah menjadi pemuda kummel tek terurus dan sangat kurus. Namun ia kini bersuara. “Percuma, itu tak kan mengembalikan orang yang telah mati. Aku sudah tak peduli lai!!!!!!”
“Tapi sa? Apa kamu mau diam saja melihat bangsa kita hancur?”
“ Maasa bodoh dengan bangsa ini. Mengapa harus memikirkan mereka? Mereka pun tak memikirkan ku. Hanya membuat aku kehilangan orang tua.”
“Tapi Sa? Apa kamu juga akan menghianati permintaan bapak kamu yang mengingin kan kamu berjuang untuk bangs ini?”
Bangsa tertegun. Namun ia terlanjur tak mau peduli lagi. Ia pun hanya menjawab. “ Tidak aku tak akan menghianati bapakku. Bapakki menginginkanku berguna bagi bangsa. Dan aku akan berjuang untukku sendiri. Persetan dengan orang lain. Aku ini Bangsa, aku akan berguna hanya untuk diriku sendiri. Persetan dengan apa-pun. Aku tak menghianati engkau pak. Aku berguna untuk Bangsa seperti yang kau minta. Berguna untuk diriku sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
