Narkoba = Rokok ?
Akhir-akhir ini saya berfikir banyak sekali orang yang menjadi keras kepla dan tak manusiawi. Tapi tak bermanusiawi disini mbukan maksudnya melakukan tindak kejahatan melainkan melakukan perbuatan yang hanya berdasarkan ego dan tidak berfikir menggunakan logika. Mereka seakan tak mau menggunakan otaknya. Itu kan perbuatan yang tak manusiawi. Karena manusia kan memiliki otak jadi jika kamu melakukan perbuatan tanpa berfikir. Berarti tak manusiawi.
Banyak hal yng sangat kecil bagi seseorang namun itu bereti besar jika dia tau apa itu sebenarnya. Saya akhir –akhir ini banyak sekali menemui orang yang berpendirian teguh. Memang sih benar dan memang harus seperti itu. Tapi harus berpegang teguh dengan sesuatu yang benar. Atau paling tidak sesuatu yang dipercaya atau kita percaya secara individu benar. Tapi menganggap atau percaya bahwa sesuatu itu benar harus di dasarkan pada sebuah fakta yang logis atau sebuah pemikiran atau alasan yang memggunakan logika.
Sedangkan akhir-akhir ini saya malah sering sekali bertemu dengan orang-orang yang berpegang teguh alias keras kepala kepada hal-hal yang jelas menurut saya salah. Tentu saja saya mengatakan salah itu bukan dengan tanpa alasan tetapi dengan alasan logis yang memang sudah saya fikirkan. Saya jadi sering berdebat dengan teman-teman saya karena hal itu. Dan kebanyakan teman saya menjawab dengan jawaban yang tak manusiawi. Contohnya: saya bertanya kepada teman tentang sesuatu hal yang jelas-jelas sama tetapi mengapa dalam presentasinya (teman saya itu) dia menggolongkan secara berbeda. Saya bertanya soal itu. Dan teman saya entah tak mudeng dengan saya atau tidak memehami isi presentasinya sendiri. Dia malah menjawab muter-muter.Dia pada akhirnya hanya berkata “ itu kan pendapat kamu” “endapat orng kan beda-beda”. Itu lah yang di katakan teman sekelas saya sebagai jawaban akhir.
aku itu bukanya mau sok pinter tetapi hanya mau membetulkan kesalahan. Jika semua orang berfikir seperti cewek teman saya itu. Bagaimana jadinya dunia ini? Padahal sudah jelas bahwa dua hal yang sama (mirip* karena tak ada hal yang sama didunia ini) tak mungkin masuk dalam du penggolongan. Namun dia tetap bersikeras. Bagaiman jika semua orang bersikeras bahwa hal yang salah jika itu benar hanya dengan alasan “pendapat orang berbeda – beda” hancurlah dunia ini. Dan yang pasti banyak kejahatan.
Ada lagi sebuah jawaban yang tidak manusiawi. Ada seorang teman saya yang meminta kertas ulangan pada teman saya yang lain. Namun teman saya yang di mintai kertas ulangan tersebut, sebut saja B dia tak mau memberikan karena dengan alasan si B memakainya. Sehingga si A atau sang peminta kertas ulangan tersebut harus menggunakan sebuah kertas biasa. Namun ketika ulangan selesai saya melihat bahwa ada kertas ulangan si B yang masih utuh hanya ada beberapa coretan yang hanya untuk menghitung atau corat –coret. Dan saya bertanya: “tuh padahal masih ada kertas ulangan kenapa tidak kamu kasih ke si A tadi?” dia menjawab:”ini ku gunakan sebagai kertas corat-coret.” Saya berkata lagi: “Kan kalo cuma corat-coret bisa pakai kertas biasa jadi kertas ulngan nya malah bisa buat Si A” namun teman saya hanya menjawab dengan marah: “Ini kan kertas ulangan saya. Mau saya apakan terserah saya kamu kok ribut.” Mendengar itu saya diam saja. Hanya berkata dalam hati. “lha bilang sori tadi sudah terpakai. Saja kan sudah selesai. Eh gitu aja susah banget. Malah marah-marah.
Jawaban teman saya tadi benar-benar tak manusiawi kan? Kalau orang berfikir pasti dia lebih memilih agar barangnya dapat membantu orang lain. Atau setidaknya dapat di gunakan sesuai peruntukannya. Bagaimana jika semua orang keras kepala dan tak manusiawi dan berprinsip seperti teman saya tadi. Pasti dunia cepet hancur dan banyak penyalah gunaan hal yang ber atas namakan hak milik. Pasti mereka tak tau bahwasanya mereka tak memiliki apapun kecuali titipan tuhan yang bahkan tak bisa mereka bawa mati. Untung kapitalis tak terlalu banyak di Indonesia. Ya moga-moga ajah.
Nah sekarang ada lagi jawaban tak manusiawi . tetepi kali ini bukan dari teman saya. Namun dari guru saya. Tetapi mungkin juga ada teman saya yang berfikir hampir mirip dengan guru saya. Ceriytanya seperti ini. Saya berfikir pada suatu pelajaran tentang halal nya sesuatu. Guru saya menjelaskan tentang mengapa narkoba itu haram. Entah apa saja alasannya saya tak trlalu ingat. Maaf saya memang agak pelupa. Yang saya ingat Alasnnya di antaranya adalah : membuat kecanduan, merusak tubuh, menyebabkan perbuatan kriminal. Nah setelah itu saya bertanya kepada guru saya “Mengapa rokok tak di haramkan juga di Indonesia. Kan kalau tak salah ada hadis yang mengatakan bahwa sesuatu yang merusak tubuh hukumnya haram.” Lalu guru saya menjawab “ ya namun itu termasuk hadis lemah.” Lalu saya befikir seperti ini. “ kan rokok juga sama kayak narkoba. Sama-sama merusak tubuh dan bisa membuat kecanduan dan bukan tidak mungkin karena kecanduan tersebut atau bisa juga di katakan perokok berat. Dapat menyebabkan tindak kriminal.” Atas dasar pemikiran itu saya bertanya lagi : “ Kan rokok punya sifat yang sama seperti narkoba kok tidak di haramkan dan di jual bebas.?” Lalu guru saya menjawab dengan jawaban yang menurut saya sangat tak manusiawi. “Itu saya juga nggak tau. Tapi rokok itu kan sumber utama devisa negara. Ya ntar kalo rokok diharamkan negara jadi miskin.
Saya sangat terkejut sekaligus geli dengan jawaban seorang guru pada saya.itu. Dan saya juga berfikir. Apakah haram suatu benda dapat ditukar dengan kemakmuran negara? Saya suh enggak setuju. Kalau memang bisa mengapa tak narkoba juga di bolehkan. Kan pasti Indonesia bisa lebih makmur. Hhhaaaaaaaa.....
Yah tapi saya Cuma mau mengajak anda fahami lah. Dan satu lagi pemikiran saya. Tau nggak? Berkat jawaban guru saya itu saya jadi mengerti mengapa di Indonesia banyak sekali terjadi bencana dan cobaan. Karena indonesia lah negara yang mayoritas islam namun berani terang-terangan menukar hukum Allah dengan kemakmuran bangsanya. Negara yang mayoritas islam namun di biayai oleh hasil menjual barang yang merusak masa depan banyak orang.
Jadi kawan. Aku gak mau memprovokasi. Aku Cuma mau ngasih tau kebenaran menurutku dan kebenaran berdasarkan alasan berlogika yang telah aku buat. Jika mau mengerti sedikit akan ku jelaskan sedikit tentang rokok dan narkoba.
golongan narkoba
1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.
2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.
3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.
4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.
5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.
Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.
6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.
7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).
Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.
Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.
Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.
Rokok
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
• Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
• Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.
Nah dari beberapa pemaparan ada sebuah fakta baru juga yaitu rokok tidak hanya mercuni si pemakai seperti narkoba. Namun juga meracuni orang lain yang berada di dekatnya. Nah rokok lebih berbahaya kan dari narkoba?
Silahkan anda berkomentar. Namun yang pasti keep thinking logicly
Banyak hal yng sangat kecil bagi seseorang namun itu bereti besar jika dia tau apa itu sebenarnya. Saya akhir –akhir ini banyak sekali menemui orang yang berpendirian teguh. Memang sih benar dan memang harus seperti itu. Tapi harus berpegang teguh dengan sesuatu yang benar. Atau paling tidak sesuatu yang dipercaya atau kita percaya secara individu benar. Tapi menganggap atau percaya bahwa sesuatu itu benar harus di dasarkan pada sebuah fakta yang logis atau sebuah pemikiran atau alasan yang memggunakan logika.
Sedangkan akhir-akhir ini saya malah sering sekali bertemu dengan orang-orang yang berpegang teguh alias keras kepala kepada hal-hal yang jelas menurut saya salah. Tentu saja saya mengatakan salah itu bukan dengan tanpa alasan tetapi dengan alasan logis yang memang sudah saya fikirkan. Saya jadi sering berdebat dengan teman-teman saya karena hal itu. Dan kebanyakan teman saya menjawab dengan jawaban yang tak manusiawi. Contohnya: saya bertanya kepada teman tentang sesuatu hal yang jelas-jelas sama tetapi mengapa dalam presentasinya (teman saya itu) dia menggolongkan secara berbeda. Saya bertanya soal itu. Dan teman saya entah tak mudeng dengan saya atau tidak memehami isi presentasinya sendiri. Dia malah menjawab muter-muter.Dia pada akhirnya hanya berkata “ itu kan pendapat kamu” “endapat orng kan beda-beda”. Itu lah yang di katakan teman sekelas saya sebagai jawaban akhir.
aku itu bukanya mau sok pinter tetapi hanya mau membetulkan kesalahan. Jika semua orang berfikir seperti cewek teman saya itu. Bagaimana jadinya dunia ini? Padahal sudah jelas bahwa dua hal yang sama (mirip* karena tak ada hal yang sama didunia ini) tak mungkin masuk dalam du penggolongan. Namun dia tetap bersikeras. Bagaiman jika semua orang bersikeras bahwa hal yang salah jika itu benar hanya dengan alasan “pendapat orang berbeda – beda” hancurlah dunia ini. Dan yang pasti banyak kejahatan.
Ada lagi sebuah jawaban yang tidak manusiawi. Ada seorang teman saya yang meminta kertas ulangan pada teman saya yang lain. Namun teman saya yang di mintai kertas ulangan tersebut, sebut saja B dia tak mau memberikan karena dengan alasan si B memakainya. Sehingga si A atau sang peminta kertas ulangan tersebut harus menggunakan sebuah kertas biasa. Namun ketika ulangan selesai saya melihat bahwa ada kertas ulangan si B yang masih utuh hanya ada beberapa coretan yang hanya untuk menghitung atau corat –coret. Dan saya bertanya: “tuh padahal masih ada kertas ulangan kenapa tidak kamu kasih ke si A tadi?” dia menjawab:”ini ku gunakan sebagai kertas corat-coret.” Saya berkata lagi: “Kan kalo cuma corat-coret bisa pakai kertas biasa jadi kertas ulngan nya malah bisa buat Si A” namun teman saya hanya menjawab dengan marah: “Ini kan kertas ulangan saya. Mau saya apakan terserah saya kamu kok ribut.” Mendengar itu saya diam saja. Hanya berkata dalam hati. “lha bilang sori tadi sudah terpakai. Saja kan sudah selesai. Eh gitu aja susah banget. Malah marah-marah.
Jawaban teman saya tadi benar-benar tak manusiawi kan? Kalau orang berfikir pasti dia lebih memilih agar barangnya dapat membantu orang lain. Atau setidaknya dapat di gunakan sesuai peruntukannya. Bagaimana jika semua orang keras kepala dan tak manusiawi dan berprinsip seperti teman saya tadi. Pasti dunia cepet hancur dan banyak penyalah gunaan hal yang ber atas namakan hak milik. Pasti mereka tak tau bahwasanya mereka tak memiliki apapun kecuali titipan tuhan yang bahkan tak bisa mereka bawa mati. Untung kapitalis tak terlalu banyak di Indonesia. Ya moga-moga ajah.
Nah sekarang ada lagi jawaban tak manusiawi . tetepi kali ini bukan dari teman saya. Namun dari guru saya. Tetapi mungkin juga ada teman saya yang berfikir hampir mirip dengan guru saya. Ceriytanya seperti ini. Saya berfikir pada suatu pelajaran tentang halal nya sesuatu. Guru saya menjelaskan tentang mengapa narkoba itu haram. Entah apa saja alasannya saya tak trlalu ingat. Maaf saya memang agak pelupa. Yang saya ingat Alasnnya di antaranya adalah : membuat kecanduan, merusak tubuh, menyebabkan perbuatan kriminal. Nah setelah itu saya bertanya kepada guru saya “Mengapa rokok tak di haramkan juga di Indonesia. Kan kalau tak salah ada hadis yang mengatakan bahwa sesuatu yang merusak tubuh hukumnya haram.” Lalu guru saya menjawab “ ya namun itu termasuk hadis lemah.” Lalu saya befikir seperti ini. “ kan rokok juga sama kayak narkoba. Sama-sama merusak tubuh dan bisa membuat kecanduan dan bukan tidak mungkin karena kecanduan tersebut atau bisa juga di katakan perokok berat. Dapat menyebabkan tindak kriminal.” Atas dasar pemikiran itu saya bertanya lagi : “ Kan rokok punya sifat yang sama seperti narkoba kok tidak di haramkan dan di jual bebas.?” Lalu guru saya menjawab dengan jawaban yang menurut saya sangat tak manusiawi. “Itu saya juga nggak tau. Tapi rokok itu kan sumber utama devisa negara. Ya ntar kalo rokok diharamkan negara jadi miskin.
Saya sangat terkejut sekaligus geli dengan jawaban seorang guru pada saya.itu. Dan saya juga berfikir. Apakah haram suatu benda dapat ditukar dengan kemakmuran negara? Saya suh enggak setuju. Kalau memang bisa mengapa tak narkoba juga di bolehkan. Kan pasti Indonesia bisa lebih makmur. Hhhaaaaaaaa.....
Yah tapi saya Cuma mau mengajak anda fahami lah. Dan satu lagi pemikiran saya. Tau nggak? Berkat jawaban guru saya itu saya jadi mengerti mengapa di Indonesia banyak sekali terjadi bencana dan cobaan. Karena indonesia lah negara yang mayoritas islam namun berani terang-terangan menukar hukum Allah dengan kemakmuran bangsanya. Negara yang mayoritas islam namun di biayai oleh hasil menjual barang yang merusak masa depan banyak orang.
Jadi kawan. Aku gak mau memprovokasi. Aku Cuma mau ngasih tau kebenaran menurutku dan kebenaran berdasarkan alasan berlogika yang telah aku buat. Jika mau mengerti sedikit akan ku jelaskan sedikit tentang rokok dan narkoba.
golongan narkoba
1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.
2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.
3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.
4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.
5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.
Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.
6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.
7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).
Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.
Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.
Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.
Rokok
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
• Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
• Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.
Nah dari beberapa pemaparan ada sebuah fakta baru juga yaitu rokok tidak hanya mercuni si pemakai seperti narkoba. Namun juga meracuni orang lain yang berada di dekatnya. Nah rokok lebih berbahaya kan dari narkoba?
Silahkan anda berkomentar. Namun yang pasti keep thinking logicly

Tidak ada komentar:
Posting Komentar